Heboh kasus kekerasan di SPN Dirgantara Batam

SPN Dirgantara Akhirnya Bongkar Ruang Konseling Mirip Sel Tahanan

SPN Dirgantara Akhirnya Bongkar Ruang Konseling Mirip Sel Tahanan

Miiris, beginilah penampakan ruang konseling, bimbingan dan spritual di SPN Dirgantara Batam. (Foto: Johannes Saragih/Batamnews)

Batam - Pihak SMK Penerbangan SPN Dirgantara Batam akan membongkar ruangan bimbingan konseling yang lebih mirip sel tahanan tersebut.

Pembongkaran tersebut berdasarkan perintah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Muhammad Dali ketika melakukan kunjungan siang tadi. "Itu perintah Disdik, kita mengikuti itu. Kita akan bongkar hari ini juga," kata Kepala Sekolah, Susila Dewi, Kamis (13/9/2018).

Dewi melanjutkan, sebenarnya itu bukan sel seperti yang dikira kebanyak orang pikirkan. Tetapi betul-betul ruangan bimbingan konseling. "Kenapa kita beri jeruji besi, karena di dalamnya terdapat barang berharga seperti perlengkapan sekolah murid dan lainnya," kata Kepsek yang biasa di sapa Madam Dewi ini.

Dewi juga menangapi terkait adanya perbedaan foto antara KPAI pusat dengan yang ditemukan disdik ketika turun kelapangan. Perbedaannya terletak dibagian pintu ruangan diduga sudah dicopot beberapa waktu lalu. Sehingga ketika pengawas Disdik Kepri datang pintu berbentuk jeruji tersebut tidak ada lagi.

"Sudah lama tidak ada itu (pintu), ya mungkin, bapak itu (KPAI) juga pernah kesini dengan masalah lain, sekitar tiga bulan yang lalu," katanya.

Selain itu hari ini SPN juga kedatangan Kepala Ombudsman Perwakilan Provinsi Kepri Lagat Siadari. Dewi mengatakan, pandangan Obdusdmand positif mendukung kedisiplinan SPN.  "Ya jika ada salah kita perbaiki," katanya.

Ketika Batamnews.co,id mencoba masuk keruagan lokal siswa, Dewi tidak mengizinkan karena itu kode etik sekolah. "Dari dinas juga tidak dibolehkan, kecuali dinas pendidikan atau ombudsman mereka dibolehkan, tadi mereka naik kok ke atas," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Muhammad Dali mengatakan, sudah meminta pihak sekolah melakukan perbaikan seperti merubah ruang konseling dan menganti nama SMK tersebut tanpa SPN karena tidak sesuai izin.

"Kita minta sekolah jika ada  yang salah diperbaiki, agar murid yang masih menjalankan pendidikan nyaman," katanya.

Namun terkait ruangn konseling yang mirip sel tersebut menurut Dali, itu tergantung persepsi masing-masing. "Saya tidak tahu siapa yang pertama kali bilang itu sel," katanya.

Ia mengatakan, sebagai Kadis Pendidikan Kepri, ia menilai ruangan tersebut bukanlah sel. Namun, memang tidak layak dijadikan ruangan konseling.

(tan)