BP Batam Tahu Manajemen PT Nagano Kabur dari Karyawan

BP Batam Tahu Manajemen PT Nagano Kabur dari Karyawan

PT Nagano Drilube Indonesia di Batamindo. Manajemen perusahaan ini kabur dan nasib 52 buruh terkatung-katung. (Foto: Google Map)

Batam - Kabar mengenai kaburnya manajemen PT Nagano Drilube Indonesia ternyata sudah sampai ke telinga Badan Pengusahaan (BP) Batam. Mereka mengetahui hal tersebut berdasarkan surat yang dikirimkan oleh buruh perusahaan itu.

Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam, Ady Soegiharto mengatakan pihaknya mendapatkan surat pemberitahuan dari buruh PT Nagano pada Jumat (7/9/2018) lalu.

Menyikapi hal ini, Ady menyampaikan BP Batam akan meminta keterangan dari pengelola kawasan industri Batamindo, tempat perusahaan tersebut beroperasi selama ini.

"Permasalahannya apa, masih dalam pembahasan. Segera kita infokan," kata Ady, Rabu (12/9/2018).

Kaburnya manajemen PT Nagano ini menambah deretan investor yang hengkang dari Batam. Setidaknya dalam delapan bulan terakhir hingga September 2018 ada tiga investor yang kabur dari Batam.

PT Artana Karya Indonesia di Sei Panas adalah investor pertama yang kabur dari Batam pada Februari 2018 lalu. Sebanyak 35 buruh kehilangan pekerjaan dan hanya diberikan pesangon 1,5 bulan gaji.

Kemudian PT Hantong Precision Manufacturing di Batuampar yang pemiliknya tiba-tiba kabur, sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri pada Juni 2018 lalu.

Sementara, gelagat kaburnya manajemen perusahaan yang berada di Kawasan Industri Batamindo itu sudah tercium sejak awal September ini.

Diawali pemadaman listrik oleh pengelola kawasan industri pada 4 September lalu, seluruh buruh sebanyak 52 orang dirumahkan sehari setelahnya oleh manajemen PT Nagano Drilube Indonesia.

(ret)