Manajemen PT Nagano Drilube Indonesia Kabur, Buruh Terancam Tak Gajian

Manajemen PT Nagano Drilube Indonesia Kabur, Buruh Terancam Tak Gajian

PT Nagano Drilube Indonesia di Batamindo. Manajemen perusahaan ini kabur dan nasib 52 buruh terkatung-katung. (Foto: Google Map)

Batam - Kasus investor kabur kembali terjadi di Batam. Setelah beberapa bulan lalu, buruh PT Han Tong ditinggal kabur pemiliknya, kini buruh di PT Nagano Drilube Indonesia mengalami nasib serupa.

Panglima Garda Metal FSPMI Kota Batam Suprapto mengungkapkan gelagat kaburnya manajemen perusahaan yang berada di Kawasan Industri Batamindo itu sudah tercium sejak awal September ini.

Diawali pemadaman listrik oleh pengelola kawasan industri pada 4 September lalu, seluruh buruh sebanyak 52 orang dirumahkan sehari setelahnya oleh manajemen PT Nagano Drilube Indonesia.

"Pemutusan listrik itu karena manajemen PT Nagano Drilube Indonesia belum membayar tagihan ke pengelola Batamindo," kata Suprapto kepada batamnews.co.id, Selasa (11/9/2018).

Merujuk pada keterangan Pimpinan Unit Kerja (PUK) PT Nagano Drilube Indonesia, Suprapto menyebut buruh dikumpulkan dan dimediasi oleh pihak Batamindo untuk dipertemukan dengan perwakilan manajemen perusahaan asal Jepang itu guna mencari solusi.

"Diketahui Presiden Direktur PT Nagano Drilube Indonesia bernama Futakata telah berada di Jepang dan lepas tangan atas permasalahan di perusahaan itu," jelas dia.

Keterangan itu sangat mengagetkan buruh karena hak mereka berupa gaji serta hak normatif lainnya belum terpenuhi.

Menyikapi persoalan ini, Suprapto mengaku telah menghubungi pihak-pihak terkait seperti BP Batam dan Pemko Batam untuk mencarikan solusi terbaik bagi buruh yang menjadi korban ulah manajemen PT Nagano Drilube Indonesia.

(dod)
 


Berita Terkait