Kejahatan Card Skimming

Puluhan Juta Uang Nasabah BNI Karimun di Rekening Lenyap

Karimun - Belasan nasabah Bank Negera Indonesia (BNI) 46 diduga kena kejahatan card skimming. Puluhan juta uang di rekening ditarik diam-diam.

Kasus ini terungkap setelah seorang seorang nasabah pada Rabu malam SMS Banking pemberitahuan mengenai adanya penarikan tunai.

"Ada penarikan dana tunai secara ilegal direkening saya. Tahunya ketika mendapatkan pemberitahuan dari SMS Banking pada Rabu malam kemarin," ujar seorang nasabah kemarin.

Keesokkan harinya, nasabah itu langsung mengkonfirmasi kepada pihak bank. 

Ternyata, SMS Banking yang ia terima pada malam hari tersebut benar- benar terjadi, dan uang kurang lebih sebesar Rp 1 juta hilang begitu saja.

"Kita datang ke Bank BNI 46 yang di Jalan Teuku Umar, ternyata memang benar ada penarikan dana secara ilegal di rekening," katanya.

Selain itu, saat berada di Bank. Tidak hanya Ia saja yang mempertanyakan pembobolan tersebut. Ada belasan nasabah lainnya yang juga bernasib sama. Bahkan ada seseorang yang uangnya hilang hingga Rp 10 juta.

"Tadi ada juga yang lain, lebih dari 10 orang. Dan ada suami seorang pegawai Puskesmas Balai yang kena sampai Rp 10 juta," ujarnya.

Beruntung, kejadian tersebut langsung mendapatkan tindakan dari Bank BNI 46 Cabang Tanjungbalai Karimun. Mereka menyatakan siap untuk mengganti uang nasabah yang hilang itu.

"Saat kita kesana, mereka memberikan penjelasan dan siap menganti uang nasabah yang hilang," katanya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang BNI 46 Tanjungbalai Karimun Irwansyah Kusuma Putra, saat dicoba untuk dikonfirmasi mengenai hal itu, masih belum dapat dijumpai. Begitu juga ketika coba di hubungi melalui sambungan telepon, ia tidak mengangkat telponnya.

Saat Batamnews.co.id mengahampiri Kantor Cabang BNI Karimun untuk mengkonfirmasi, Pimpinan Kantor BNI tidak berada ditempat.

"Bapak sedang keluar, ada kunjungan dari Kantor wilayah. Kemungkinan juga beliau langsung ke Selat Panjang ada dinas ke luar kota. Biasanya kalau konfirmasi langsung sama beliau, kalau wakil tidak bisa," kata Security BNI 46 Cabang Tanjungbalai Karimun, Abdullah, Kamis (2/8/2018).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Lulik Febyantara dikonfirmasi wartawan mengenai kejahatan skiming tersebut mengatakan, sampai saat ini kepolisian Polres Karimun belum mendapatkan laporan resmi dari nasabah maupun pihak BNI. 

"Iya kita ada mendapatkan informasi skiming tersebut. Tapi sampai saat ini belum ada laporan resmi ke kita," kata Lulik.

(aha)

 

SHARE US :

Berita Terkait