Wah, Pakai Android Tidak Gratis Lagi?

Wah, Pakai Android Tidak Gratis Lagi?

Ilustrasi logo android

Batam - Android terancam tak gratis lagi dinikmati oleh pengguna. Hal ini merupakan dampak dari keputusan Uni Eropa.

Komisi Uni Eropa mendenda Google US$5 miliar atau Rp72,5 triliun karena dituding menjalankan praktik monopoli. Yaitu mewajibkan aplikasi Google.

Misalnya Chrome dan aplikasi pencarian harus dipasang pada semua perangkat Android.

Merespons putusan komisi tersebut, Kepala Eksekutif Google,  Sundar Pichai langsung membuat memo. Ia pada intinya menuliskan, putusan itu bisa mengacaukan ekosistem dan bisnis Android yang berjalan selama ini.

Pichai menuturkan, dampak dari denda tersebut, pembuat ponsel dan operator jaringan lebih memilih aplikasi lain, bukan aplikasi bawaan dari Google. Hal ini karena sudah tak wajib mem-bundling aplikasi besutan Google,

Dampaknya sistemik, bisa merusak ekosistem dan bisnis model Android.

"Hal yang kami khawatirkan atas putusan ini (Komisi Uni Eropa) akan mengacaukan keseimbangan Android. Dan ini akan mengirimkan sinyal mengganggu yang mendukung sistem kepemilikan atas platform terbuka," tutur bos Google tersebut dikutip dari The Verge, Kamis (19/7/ 2018).


Bila pembuat ponsel dan operator tak memasang aplikasi Google seperti sebelumnya, maka berimplikasi pada pendapatan iklan seluler Google. Iklan itu berkontribusi lebih dari 50 persen pendapatan iklan digital bersih dari Google.

Komisi Uni Eropa sejauh ini tidak memberikan opsi dan solusi atas putusan Google yang menjalankan praktik antikompetisi.

Buntut dari putusan itu, model bisnis Android yang sekarang berlaku bisa berubah. Sehingga, Google mempertimbangkan untuk mengenakan lisenssi Android kepada pembuat ponsel.

 Artinya Android tak lagi gratis.

(deb)

Sumber: viva.co.id


Komentar Via Facebook :

Berita Terkait