Pembunuhan Supartini Terungkap

Supartini: Kalau Tak Mau Nikahi, Bunuh Saja Aku

Supartini semasa hidup (Foto: Istimewa)

Tanjungpinang - Supartini alias Tini meminta dinikahi Ns. Sayangnya Ns menolak. Keduanya bertengkar di Jalan Bakar Batu, Kota Tanjungpinang, Kepri, pada Jumat malam. 

Pertengkaran berlanjut hingga ke kebun milik keluarga Ns di Jalan Ganet, Kota Tanjungpinang.

Tini terus mendesak pria 58 tahun itu bertanggungjawab. 

"Korban (terus) meminta pertanggungjawaban," ujar Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi, Kamis (19/7/2018).

Hal itu setelah berbagai upaya menggugurkan kandungan Tini tak berhasil. 

"Janin itu tetap ada, korban minta pertanggung jawaban," ujarnya.

Hingga akhirnya, Supartini meminta dibunuh saja daripada punya anak tak ada bapaknya.

"Kata korban, kalau tidak mau (menikahi) mending dibunuh saja aku," ujarnya Kapolres meniru percekcokan antara pelaku dengan korban.

Ns semakin panik. Ia lantas membawa Supartini ke kebun di Jalan Ganet, Kota Tanjungpinang. Di sana Tini dihabisi.

Mayatnya dibungkus karung dan tubuhnya dililit tali rafiah. Lalu mayat dibuang ke Jembatan III Dompak, Kota Tanjungpinang, Kepri. Mayatnya mengambang pada Minggu pagi 15 Juli 2018.

(adi)