Batam Banjir Sabu dari Malaysia, BC Maksimalkan Anjing Pelacak di Pelabuhan

Batam Banjir Sabu dari Malaysia, BC Maksimalkan Anjing Pelacak di Pelabuhan

Anjing pelacak milik Polda Kepri yang turun pada saat razia di pelabuhan Beton, Sekupang. (Foto: Batamnews)

Batam - Ancaman penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Indonesia menjadi perhatian Bea Cukai Batam. Aksi penyelundupan sering dilakukan sindikat narkoba yang terorganisir.

Kepala Bidang Penyidikan dan Penindakan ( P2 ) Bea Cukai Batam, Sulaiman mengatakan, saat ini Batam mengalami kebanjiran narkoba dari Malaysia.

Beberapa kali penangkapan yang dilakukan oleh Bea Cukai baik melalui jalur laut dan udara kerap masuk dari Malaysia

"Kasus yang diungkap selain rokok, mikol dan barang balpres lainnya, adalah untuk narkotika. Jenis sabu banjir masuk ke Batam, " ujar Sulaiman kepada batamnews.co.id, Jumat (13/7/2018) usai menggelar ekposse bersama Kepala Kantor Susilo Brata

Ia menambahkan, Pelabuhan Internasional Batam Centre menjadi lokasi paling sering kegiatan penegahan narkoba dari penumpang asal Malaysia oleh Bea Cukai.

Para kurir narkoba, dikatakannya sudah tidak merasa takut membawa barang barang tersebut ke Batam dengan cara yang bearneka ragam.

"Bea Cukai Batam sudah melakukan penindakan sebanyak 40 kali untuk jenis narkotika dengan jumlah barang yang berbeda. Untuk melengkapi penangkalan aksi penyelundupan tersebut, Bea Cukai menurunkan tim K-9 (anjing pelacak) di Pelabuhan Batam Centre di samping kekuatan petugas dilapangan," lanjut Sulaiman.

Sulaiman menambahkan, saat ini untuk unit K-9 memiliki dua ekor anjing yang efektif bekerja sedangkan untuk di bandara Hang Nadim Batam.

(jim)


Berita Terkait