Mengungkap Fakta Suara Dentuman di Batam

Mengungkap Fakta Suara Dentuman di Batam

Suara aneh di Batam (Ilustrasi : Ist)

Batam - Suara dentuman menghebohkan warga Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) beberapa hari ini. Dentuman itu disertai getaran.

Suara dentuman disertai getaran itu terakhir dirasakan warga Batam kemarin, Selasa (10/7/2018). Sebagian warga mendengar suara dentuman keras, disusul dengan getaran di dinding dan meja.

Padahal, Kepri, termasuk Batam bukan daerah rawan gempa. Pulau ini tidak berada di "ring of fire".

Seperti diungkapkan pakar gempa dari Universitas Andalas, Dr Badrul Mustapa Kemal, daerah yang rawan gempa, tsunami, dan letusan gunung berapi itu di sepanjang "ring of fire". Batam tidak termasuk di dalamnya.

Baca juga: Warga Batam Kaget Dengar Suara Dentuman Misterius

Sampai tulisan ini dibuat, sumber dentuman disertai getaran yang beberapa kali mengguncang Batam belum terungkap. Namun setidaknya, ada 6 fakta tentang hal tersebut.

1.  Terdengar dari arah atas

Sebagian warga memberi kesaksian, suara dentuman seolah terdengar di langit Batam. Suaranya seperti bom.

Suaranya berlangsung beberapa detik lalu hilang. Sejumlah warga di daerah Jodoh bahkan mengira itu suara petir.

Namun ada juga yang mendengar suara dentuman itu seolah berasal dari bawah tanah. Ada a warga yang menduga suara keras tersebut merupakan ledakan pipa di dalam tanah atau di laut.

2. Dentuman keras disertai getaran

Dentuman itu mengakibatkan sebagian kaca-kaca rumah warga bergetar. Sebagian besar warga Batam merasakannya.

Gentaran seperti gempa itu dirasakan sejumlah wilayah di Batam. Seperti Sekupang, Tiban, Batam Center, Nongsa, Kabil, Batuampar, Bengkong dan kawasan Jodoh Nagoya.

Misalnya di lantai 5 kantor Pemerintah Kota Batam dan kantor bright PLN Batam. Getaran itu juga menghempas pintu di sekitar kompleks perkantoran KPU Batam di Sekupang.

Sejumlah warga yang berada di dalam ruangan bahkan langsung berhamburan ke luar.

3. Tidak terasa di Tanjungpinang

Sebagian warga Bintan dan Belakang Padang mengaku merasakan getaran itu. Namun warga Tanjungpinang mengaku tidak merasakannya.

4. Sudah beberapa kali terjadi

Dentuman disertai getaran di Batam bukan pertama kali terjadi. Hal yang sama pernah terjadi pada akhir tahun 2017 dan awal tahun 2018 lalu.

Dalam kurun waktu delapan bulan, hal itu tercatat telah terjadi 3 kali.

5. Warga Batam mulai cemas

Dentuman disertai getaran yang mengguncang Batam memang tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan. Tetap kejadian ini membuat warga mulai cemas.
Untuk itu, kejadian itu masih terus diselidiki.

Baca juga: Ini Tanggapan BMKG Hang Nadim Batam soal Getaran Misterius

Misalnya TNI yang pernah melakukan pengembangan kejadian itu. Seperti yang diakui Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama R Eko Suyatno.

Meski belum ada hasilnya, namun yang jelas anggota pernah melakukan pelacakan sumber dari kejadian suara itu. Demikian pula halnya dengan Lanal di Batam. Bahkan pihaknya sempat menerjunkan intelnya.

6. Seismograf BMKG mencatat ada getaran
Hasil monitoring  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Tanjung Pandan menunjukkan bahwa sensor seismograf memang mencatat getaran tersebut.

Namun begitu, sinyal banyak noise. Sehingga, penyebab suara dan getaran itu sulit dideteksi.

BMKG belum bisa memastikan apakah suara dan getaran itu disebabkan ledakan, gempa, atau lainnya. Lokasinya juga sulit dideteksi karena hanya satu sensor seismik yang mencatat.

Menurut BMKG, untuk mendapatkan analisis tentang gempa tersebut, minimal dibutuhkan pengamatan dari tiga atau empat alat BMKG dari beberapa wilayah. Misalnya dari BMKG Tanjungpinang, Pekanbaru, dan Padang.

Hal itu seperti disampaikan Daryono, Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG.

Baca juga: Getaran Hebat Terjadi di Batam, Warga Resah: Ada Alien?

Namun, BMKG Hang Nadim Batam justru mencatat hal berbeda. Kepala Seksi Data dan Informasi di instansi itu, Suratman mengaku berdasarkan hasil analisa peralatan BMKG di Tanjungpinang, tidak tercatat adanya getaran atau seismik.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Hang Nadim Batam Suratman mengatakan kemungkinan dentuman disertai guncangan itu bukan bersumber dari perut bumi.

Menurut Suratman, jika goncangan atau getaran kuat berasal dari gempa, maka langsung terdeteksi oleh alat BMKG.

Menurutnya, itu juga bukan suara petir. Pihaknya belum bisa memastikan sumber dan penyebab suara disertai getaran itu.

(deb)