https://www.batamnews.co.id

Pabrik Plastik China Bakal Serbu Batam, Ini Dampaknya

Pabrik plastik (Foto: Ilustrasi)

BATAMNEWS.CO.ID,Batam - Perusahaan plastik asal China akan pindah ke Batam. Hal ini setelah ribuan perusahaan plastik itu dinyatakan hengkang dari negara asalnya.

Batam menjadi salah satu tempat tujuan bagi perusahaan asal China tersebut untuk merelokasi industrinya.

Anggota DPD RI Dapil Kepulauan Riau, Harpinto Tanuwidjaya menyambut baik rencana relokasi tersebut, namun yang pasti setiap aturan di Indonesia, khususnya Batam harus ditaati.

“Tentu kita sambut baik, ada industri baru yang akan menanamkan investasi di Batam, kondisi sekarang memang diperlukan investor-investor yang baru,” ujar Harpinto, Sabtu (28/4/2018).

Aturan yang perlu diperhatikan diantaranya, penempatan Tenaga Kerja Asing (TKA) untuk setiap perusahaan plastik tersebut nantinya dan juga memperhatikan Analisa Dampak Lingkungan (Amdal).

“Kalau sekelas manager yang mereka masukkan dari negara asal mereka tentu boleh, untuk bicara Amdal, perlu diperhatikan, ada ahli Amdal kita,” katanya.

Karena diketahui ada ribuan perusahaan di Tianjin, Tiongkok. Dan sudah sangat banyak yang terpaksa ditutup karena ribuan pabrik itu menyebabkan polusi udara yang sangat tinggi. Sehingga mereka berencana merelokasi pabrik tersebut ke wilayah Kepri.

“Jangan karena kita membutuhkan investor, kita mengesampingkan lingkungan, jika berdampak buruk lebih baik tidak usah masuk, karena masih banyak perusahaan yang lain mau masuk,” katanya.

Namun jika perusahaan plastik asal China tersebut mematuhi peraturan yang ada di Indonesia, tentunya memperhatikan keberlangsungan lingkungan maka tidak ada alasan menolak Investor-investor tersebut.

Sementara Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo menyambut baik rencana masuknya investasi China ke Batam. “Ini kabar baik. BP Batam tak bisa kerja sendiri,” kata Lukita.

Lukita menyampaikan akan memperketat aturan terkait kesehatan lingkungan dan Amdal. Untuk pengelolaan limbah berbahaya untuk mengantisipasi dampak buruk terhadap lingkungan dan masyarakat, BP Batam sendiri sudah memiliki kawasan itu.

“Sudah ada, sehingga bisa kita kelola nantinya,” kata dia.

(ret)