Majelis Hakim Sidang Dendi Purnomo Meradang

Saksi di sidang Dendi Purnomo (Foto: Batamnews)

BATAMNEWS.CO.ID, Tanjungpinang - Pengadilan Negeri Tanjungpinang kembali menggelar sidang lanjutan terhadap kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terdakwa Dendi Purnomo selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi Masrial selaku kepala Bidang Pengawsan dan Pengadalian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam. Namun pada saat berlansungnya persidangan, Mejelis Hakim ketua, Eduart MP Sialoho, didampingi Hakim Anggota Corpioner dan Joni Gultom meradang mendengar keterangan saksi berbelit-belit soal pengurusan BAP Tank Cleaning PT Telaga Biru Semesta.

“Kita sudah periksa saksi lain, tak usah mutar-mutar, Jangan buat susah sidang ini, tidak ada pertanyaan yang susah, keterangan saudara ini bohong aja,” kata ketua mejelis hakim, Eduart MP Sialoho, didampingi Hakim Anggota Corpioner dan Joni Gultom, Senin (5/3/2018).

Sebab, kata, mejelis hakim saksi Hasbi sebelumnya mengatakan bahwa Masrial menanda tangan BAP tank cleaning, padahal bawahannya  belum melakukan paraf di BAP, atas kesalahan itu saksi minta Hasbi memusnahkan BAP tersebut dangan alasan takut disalah gunakan.

“Hasbi menghubungi pak kadis untuk menanyakan siapa yang tanda tangan BAP itu, sebab saya sudah telanjur tanda tangan, Hasbi bilang bahwa pak kadis yang tanda tangan, untuk itu saya minta fomulir BAP diganti karena sudah sempat saya tanda tangan minta ganti ulang,” kata Masrial.

Sementara itu, mejelis hakim kembali melayangkan pertanyaan kepada saksi terkait keterangan saksi Amirrudin selaku direktur PT Telaga Biru Semesta ia juga sebagai terdakwa, Amir sebelumnya menyebutkan bahwa Marial dan Hasb serta Dendi Purnomo kerap meminta uang kepadanya terlepas pengurusan BAP Tank Cleaning itu.

Namun Masrial tetap bersikeras mengatakan bahawa dirinya tidak pernah menerima uang dari Amir, atas keterangannya itu Mejelis Hakim perintah Jaksa Penuntut Umum menghadirkan Amirrudin, Hasbi dan Masrial dipersidangan minggu depan.

“Saudara terima uang kan dari amir, itu amir yang bilang saudara kerap minta uang, JPU pertemukan Amir, Asbi dan Masrial, biar tahu saksi ini, dari tadi berbohong terus, keterangan mutar-mutar,”kata kata ketua mejelis hakim, Eduart MP Sialoho.

Terungkap di fakta persidangan, gobroknya administrasi pengurusan di Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, sebab untuk pengurusan BAP  saja pihak perusahaan yang mengetik BAP tersebut dan kop surat DLH pun dimiliki oleh perusahaan, bahwa perusahaan PT Telaga Biru Semesta mencetak beberapa bundel kop surat untuk pengurusan BAP Tank Cleaning, yang semestinya intansi ini yang mengerjakan.

“Jadi kertas, pemohon juga menyedikan, pemohon juga yang mengetik, jadi apa guna pengawai di sana, kemana anggaran ATK, kalian pergunakan untuk apa, kok bisa perusahan memiliki kop surat,”tegas Mejelis Hakim.

(adi)