KPK: Uang Suap Bupati Subang Diduga untuk Biaya Kampanye

KPK: Uang Suap Bupati Subang Diduga untuk Biaya Kampanye

Uang suap ke Bupati Subang Imas Aryumningsih yang ditunjukkan petugas KPK. (foto: ist/kumparan)

BATAMNEWS.CO.ID, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Bupati Subang, Imas Aryumningsih yang menerima suap dari perusahaan soal perizinan. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Basaria Panjaitan menduga, uang suap ke kantong bupati untuk biaya kampanye. 

Imas merupakan calon bupati Subang dalam pemilihan kepala daerah serentak tahun ini.

"Sebagian uang yang diterima diduga juga dimanfaatkan untuk kegiatan kampanye bupati," kata Basaria di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2018). 

Ia menjelaskan, selain uang, Bupati Imas juga menerima fasilitas terkait pencalonannya tersebut antara lain berupa pemasangan baliho dan sewa kendaraan mobil Toyota Alphard untuk kebutuhan kampanye.

Dalam konstruksi perkara ini, Basaria menuturkan, diduga bupati bersama-sama beberapa pihak menerima hadiah dari swasta atau pengusaha terkait pengurusan perizinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang diajukan dua perusahaan yaitu PT ASP dan PT PBM senilai total Rp 1,4 miliar.

"Pemberian suap dilakukan untuk mendapatkan izin membuat pabrik atau usaha di Kabupaten Subang," katanya.

Menurut dia, pemberian uang atau hadiah dari pengusaha tersebut melalui orang-orang dekat bupati yang bertindak sebagai pengumpul dana.

"Diduga komitmen fee awal antara pemberi dan perantara adalah Rp 4,5 miliar, sedangkan komitmen fee antara bupati ke perantara adalah Rp 1,5 miliar," katanya.

Maka, untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut, KPK telah melakukan penyegelan di beberapa tempat antara lain, ruang kerja di rumah Bupati Subang, rumah seorang berinisial D dan ruang kantor MTH.  

Dalam kasus suap perizinan di daerah Kabupaten Subang itu, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka yakni, Bupati Subang, Imas Aryumningsih, seorang berinisial ASP, D, dan MTH.

(ind)


Berita Terkait