https://www.batamnews.co.id

Polisi Periksa 7 Saksi dan CCTV Sekitar Lokasi Penyiraman Air Keras

Korban penyiraman air keras Aprianti (Foto: Edo/Batamnews)

BATAMNEWS.CO. Karimun - Apriyanti (20), korban penyiraman air keras  masih dirawat di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Karimun. Keluarganya belum tampak datang untuk melihat kondisinya semenjak ia dirawat pada Sabtu (14/10/2017) lalu.

Gadis asal Sei Guntung, Tembilahan itu masih ditemani oleh rekannya di rumah sakit.  

"Belum ada keluarga korban yang datang,” Kata Kapolsek Balai Karimun, Kompol Jhon Henry Rakutta Sitepu.

Bahkan, polisi juga masih kesulitan meminta keterangan dari korban yang masih dalam perawatan. Karena, luka yang dialaminya cukup parah pada bagian punggung.

“Kita belum bisa maksimal meminta keterangan korban, karena kondisinya yang masih menahan sakit, kita cuma bisa sebentar-sebentar saja,” ucapnya.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa 7 orang saksi, baik dari saksi yang berada di TKP dan juga teman korban.

“Kita masih selidiki, sudah sekitar 7 orang kita minta keterangan, teman dan saksi di TKP,” ujar Jhon.

Kemudian, untuk mengungkap kasus penyiraman air keras tersebut, polisi mengumpulkan bukti-bukti, termasuk untuk melihat rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi.

"Secepatnya kita akan cek CCTV yang ada di sekitar lokasi, hanya saja agak jauh dari TKP,” kata Kompol Jhon Henry.