PT Technip Tanjung Uncang Dikabarkan Tutup, 500 Pekerja Terancam PHK
ilustrasi PHK
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - PT Technip Indonesia yang berada kawasan industri Tanjung Uncang, Batam, Kepulauan Riau dikabarkan tutup. Sebanyak 500 karyawannya terancam di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti saat dikonfirmasi belum mengetahui informasi tersebut.
"Saya belum tahu dan mendapat laporan soal penutupan PT Technip di Tanjung Uncang. Nanti saya akan menanyakan kebagian pengawasan di provinsi," ujar Kadisnaker Batam, Rudi Sakyakirti saat dihubungi batamnews.co.id, Kamis (13/4/2017).
Informasi yang diperoleh, perusahaan tersebut pindah ke Malaysia. “Biasanya banyak perusahaan tutup, banyak faktor-faktor alasan, seperti tidak adanya orderan,” kata Rudi.
Tetapi apabila informasi tutupnya PT Technip Indonesia itu benar. Rudi meminta perusahaan segera membayar pesangon karyawannya. “Sebaiknya mereka juga harus membayar kewajiban pesangon para karyawan,” katanya.
Tutupnya perusahaan tersebut menambah deretan banyaknya pengangguran di Kepulauan Riau khususnya Kota Batam.
Pengangguran di Kepri terbilang cukup tinggi. Hal ini sempat dilontarkan Presiden Jokowi saat menggelar Rapat Terbatas (Ratas) bersama Gubernur Kepri, Walikota Batam, BP Batam dan sejumlah Menteri.
"Saya melihat persentase pengangguran terbuka di Provinsi Kepulauan Riau masih cukup tinggi yakni sebesar 7,69 persen," kata Presiden Jokowi belum lama ini.
Saat itu, Presiden Jokowi meminta dan yakin dengan kerja lebih fokus maka perekonomian di Kepulauan Riau akan bergerak lebih cepat serta membuka lapangan kerja lebih banyak lagi.***
Komentar Via Facebook :