Polisi Selidiki Handphone Orangtua Umi Kalsum, Ada Apa?

Polisi Selidiki Handphone Orangtua Umi Kalsum, Ada Apa?

Kapolresta Barelang Kombes Pol Helmy Santika (Foto: Edo/Batamnews)

Zuhri Muhammad

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Polisi menunggu handphone orangtua Umi Kalsum. Handphone tersebut diduga sempat dihubungi tersangka pembunuhan Umi, Darwis.

Telepon tersebut masih dalam proses pengiriman. Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika mengatakan, Darwis mengontak ibunda Umi sehari setelag Umi ditemukan tewas tergantung.

"D ini pernah menelepon ibu korban, dan mengatakan kalau korban ini baik-baik saja, tapi nyatanya korban telah meninggal," kata Helmy.

Orangtua Umi Kalsum termasuk yang dipanggil sebagai saksi, namun orangtua Umi belum bisa datang.

"Ibu Korban belum bisa hadir. Tapi akan mengirim handphone yang pernah dihubungi dan berkomunikasi dengan D," ucap Kombes Helmy Santika, Senin (6/3/2017)

Sampai saat ini, polisi telah memeriksa 13 orang saksi. Nantinya, Eva teman korban yang masih berada di Malaysia akan memenuhi panggilan polisi untuk diminta keterangan terkait tewasnya Umi Kalsum, ”Rekan wanita korban akan datang Senin depan dari Malaysia.”

Hingga kini, Darwis masih bungkam dan belum mengakui perbuatannya. Sementara dari bukti yang ditemukan polisi mengarah kepada Darwis.

Barang bukti yang ditemukan di Lokasi berupa tas yang berisikan pakaian Darwis. Lalu, dari tangan Darwin, polisi juga menyita barang milik korban, berupa handphone, kartu ATM dan perhiasan korban.

Polisi tidak mengejar pengakuan, tapi mencari alat bukti agar bisa menjerat pelaku.

”Pengakuan pelaku bagian belakang, yang penting ada empat alat bukti," ujar Kapolres.

Umi Kalsum yang ditemukan tergantung di pohon mati, Hutan Baloi Kolam, Batam Kota pada (18/2/2017) lalu.***

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :