6 Kebiasaan Buruk Ini Membuat Anda Bodoh
TAK peduli berapa banyak acara TV, aplikasi, dan permainan yang didekasikan untuk membantu kita belajar dan berpikir lebih kritis, namun tetap saja kita bisa tejebak pada kebiasaan buruk yang akan merontokkan kemampuan bekerja otak.
Misalnya, ketika kita mulai tergantung pada telepon genggam hanya untuk memeriksa makanan apa yang baik untuk kita santap, jam tidur, dan beberapa hal lainnya, maka tanpa sadar kita sedang membunuh kemampuan otak kita secara bertahap.
Untuk mempertahankan kecerdasan dan tetap berpikir secepat mungkin, hanya dibutuhkan sedikit kesadaran untuk menghindari kebiasaan buruk itu. Coba membatasi enam perilaku di bawah ini untuk mempertahankan kemampuan otak kita:
Sirup Jagung
Kita semua tahu bahwa gula berkontribusi untuk diabetes dan gangguan pada jantung. Namun, makanan penutup harian juga bisa membuat Anda bodoh. Biasanya dalam makanan penutup ini sangat banyak campuran gula olahan, misalnya sirup jagung yang mengandung fruktosa. Gula olahan inilah yang biasanya ditambahkan ke dalam berbagai jenis makanan olahan. Ini mungkin memiliki dampak negative pada otak.
Para peneliti dari UCLA membuat uji coba pada tikus. Ditemukan, tikus-tikus yang mengkonsumsi sirup jagung tinggi fruktosa ditemukan memiliki memori jauh lebih buruk daripada tikus yang tidak makan fruktosa sirup jagung. Sirup jagung disebutkan merontokkan memori otak, bahkan menurunkan kemampuan otak Anda dalam belajar.
Selalu di Ponsel, Laptop, atau Tablet
Ketergantungan pada teknologi juga berkontribusi dalam menurunkan kecerdasan otak. Coba lihat saja, banyak hal-hal yang sederhana di sekeliling kita yang dengan mudah kita pecahkan dengan menggunakan sedikit kecerdasan di otak, tapi sudah diambil alih oleh teknologi.
Misalnya, ketika esok hari kita memiliki janji dengan seseorang, maka kita malas mengingatnya tetapi mengandalkan kalender Google. Contoh lain, untuk menjemput anak dari tempat berolahraga, agar tak lupa maka kita memasang alarm di ponsel untuk mengingatnya.
Sebagian besar dari kita mengandalkan gadget untuk mengingat tanggal penting dan menjawab matematika sederhana, menavigasi jalan kita saat berkendaraan dengan mobil, dan menyetel kopumter kita agar berkedip sebagai tanda bahwa kita harus membalas email yang belum terjawab.
Padahal semua itu bisa kita lakukan hanya dengan mengandalkan sedikit saja kemampuan otak. Ketergantungan pada teknologi berarti kita telah menurunkan kebutuhan pada otak, jadi gadged pintar yang kita miliki mungkin membuat kita semakin bodoh.
Multitasking
Jika kita selalu berada di semua perangkat sekaligus, seperti di ponsel dan laptop, itu jelas buruk bagi otak. Di saat bersamaan Anda menonton tv, memeriksa dokumen, memencet tombol ponsel untuk janji makan siang. Berhentilah melakukan segala hal pada saat bersamaan, focus pada satu tugas dalam satu waktu. Jika tidak, maka Anda sedang memperbodoh diri sendiri.
Forbes menjelaskan bahwa para peneliti di Institute of Psychiatry di Universitas London menemukan bahwa multitasking dengan media elektronik menjadi penyebab penurunan IQ. Berfokus pada terlalu banyak hal (terutama cahaya biru – tv, computer, dan ponsel-- dari layar yang mengelilingi kita) adalah salah satu hal terburuk untuk kesehatan otak yang kita lakukan sendiri.
Multitasking secara umum mengganggu Anda, dan tak mungkin menyelesaikan tugas secara efesioen. Lebih baik mengambil tugas pada satu waktu.
Kurang Tidur
Ketika Anda kurang tidur, maka itu bukan saja menyebabkan terkurasnya energy dan menguap terus menerus sepanjang hari, itu juga membuat Anda semakin hari semakin bodoh.
Menurut Daily Superfood Love, sedikit saj Anda kurang tidur sudah dapat mempengaruhi otak Anda. Otak Anda tidak dapat bekerja dengan baik jika Anda kurang beristirahat.
Jika Anda pernah merasa sedikit mabuk setelah berhari-hari kurang tidur, itu bukan imajinasi. Bahkan, menyebabkan Anda cadel saat berbicara dan kesulitan merumuskan pikiran yang koheren. Sebab lobus temporal –kemampuan otak dalam mengolah Bahasa- tidak bisa berfungsi dengan baik ketika Anda kurang tidur.
Selain itu, Lobus parietal –daerah otak untuk memecahkan masalah matematika-- juga terganggu ketika Anda tidak tidur.
Jadi, tidur malam yang baik adalah salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk memori otak Anda.
Stres berlebihan
Stres adalah respon alami dalam tubuh kita. Sangat wajar jika pada saat-saat tertentu mengalaminya, misalnya terjadi sebelum Anda memimpin sebuah pertemuan besar atau harus memberikan presentasi. Namun, jika tingkat stres Anda berlebihan, Anda bisa membuat diri Anda bodoh. Sebab itu terjadi bukan lantaran kemampuan Anda dalam mempelajari fakta-fakta, namun Anda bermasalah dalam hal memahami orang lain.
Kepada TIME, Dr Steven Stein melaporkan bahwa stres sangat mempengaruhi kecerdasan emosi Anda. Mempengaruhi seberapa baik Anda dapat menyampaikan perasaan Anda kepada orang lain, memahami pikiran dan emosi orang lain, dan berkomunikasi.
Jika Anda selalu merasa seolah-olah Anda tidak bisa memahami siapa pun di sekitar Anda, maka mungkin saja itu adalah stres melanda pikiran Anda dan bukan kesalahan dari orang lain di sekitar Anda. Tingkat stres yang tinggi dapat membuat Anda lebih impulsif, kurang produktif, dan lebih rentan terhadap kesalahan.
Tak Berolahraga
Di antara tumpukan pekerjaan, Anda kesulitan menemukan waktu berolahraga –bahkan olahraga ringan seperti seperti berjalan atau jogging-- dapat menyebabkan kabut otak serius. Berolahraga bukannya untuk membangun otot dan tubuh yang bugar, tetapi juga meningkatkan kesehatan mental, memori, dan kemampuan untuk belajar materi baru. Bahkan jika Anda sedang dilanda stress yang kronis, maka olahraga membantu mengontrol kadar stres Anda juga.
Menurut Gizmodo, penelitian telah menunjukkan bahwa orang intens latihan aerobic dapat mengembangkan neuron baru dan membantu neuron lama bertahan hidup. Ini benar-benar dapat meningkatkan memori Anda - studi menunjukkan bahwa perempuan tua yang teratur berjalan cepat dan angkat berat, memiliki memori verbal dan spasial yang lebih baik.
Anda juga mungkin merasa sedikit lebih kreatif setelah berolahraga, jadi jika Anda merasa kemampuan kreatif Anda seperti sedang terkubur akhir-akhir ini, maka sudah saatnya ke gym. ***
Komentar Via Facebook :