Rudi: Pemudik Jangan Bawa Saudara ke Batam

Rudi: Pemudik Jangan Bawa Saudara ke Batam

Wali Kota Batam Rudi saat meluncurkan kendaraan umum TransBatam di Batam (Foto: Batamnews)

Zuhri Muhammad

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Setiap Lebaran Idul Fitri sudah menjadi tradisi bagi sebagian muslim untuk mudik ke kampung halaman. Sayangnya, menjadi tradisi juga kembali ke rantau membawa saudara.

Mengantisipasi itu, Wali Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau Muhammad Rudi mengingatkan para pemudik tidak membawa saudara saat ke Batam.

"Titip kepada saudara di kampung yang Lebaran, kalau boleh kembali lima datang lima," kata Wali Kota Muhammad Rudi di Batam baru-baru ini.

Pertumbuhan penduduk di Batam menjadi permasalah cukup besar saat ini. Batam saat ini memiliki penduduk sekitar 1,2 juta jiwa.

Para pendatang baru biasanya berharap di Batam bisa mencari pekerjaan. Namun lebih banyak yang datan tanpa keahlian dan berakhir dengan jadi pengangguran.

Kondisi ekonomi di Batam yang juga masih lemah, juga membuat peluang bekerja juga cukup sempit.

Bahkan, penduduk yang sudah lama menetap saja kesulitan mendapatkan pekerjaan.

"Saudara yang sudah kerja di sana biarkan kerja di sana, tidak usah diajak," kata dia.

 

Baca juga:

Petugas Kebersihan Mogok, Warga Batam Kian Resah Tumpukan Sampah

 

Tingginya angka pendatang baru ke Batam dikhawatirkan menambah jumlah pengangguran sehingga kondisi Batam menjadi kurang kondusif sebagai kawasan perdagangan bebas yang kini bertransformasi menjadi kawasan ekonomi khusus.

"Batam ini penduduknya 1,2 juta lebih, itu yang tercatat. Semua mau cari makan. Jangan sampai pendatang hanya menambah warga miskin di Batam, karena saat ini hampir satu per empat penduduk kita berada di bawah garis kemiskinan," kata Wali Kota seperti dikutip Antara.

Namun, kata Wali Kota melanjutkan, jika warga tetap ingin membawa keluarga saat pulang mudik Lebaran, maka hendaknya yang memiliki kemampuan dan keahlian yang dibutuhkan oleh industri.

Industri di Batam sangat khas, dan membutuhkan dukungan tenaga dengan keahlian khusus. Apalagi di era Masyarakat Ekonomi ASEAN ini, industri lebih membutukan pekerja bersertifikasi.

"Kecuali yang memang memiliki keahlian dan keterampilan," kata Rudi.

 

[snw]

 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :