BP Batam Dukung Langkah Samator Perkuat Infrastruktur Gas Industri dan Bidik Pasar Ekspor
PT Samator Indo Gas Tbk mengambil langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur distribusi gas industri di Kota Batam dengan mengoperasikan stasiun pengisian (filling station) baru berbasis teknologi digital. (Foto: istimewa)
Batam, Batamnews — PT Samator Indo Gas Tbk mengambil langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur distribusi gas industri di Kota Batam dengan mengoperasikan stasiun pengisian (filling station) baru berbasis teknologi digital.
Kehadiran fasilitas modern ini diharapkan mampu menjawab lonjakan kebutuhan gas industri sekaligus memperkuat daya saing kawasan dalam menarik investasi global.
Direktur Utama PT Samator Indo Gas Tbk, Rachmad Harsono, mengungkapkan bahwa permintaan terhadap oksigen dan gas industri di wilayah ini terus meroket seiring pesatnya perkembangan sektor manufaktur.
Kondisi tersebut menjadi pendorong utama bagi perusahaan untuk terus menanamkan investasi pada infrastruktur distribusi yang lebih andal dan efisien.
"Perkembangan industri sangat cepat sehingga kebutuhan gas juga meningkat. Karena itu kami terus melakukan investasi dengan teknologi yang lebih maju agar pelayanan kepada pelanggan semakin baik," ujar Rachmad usai peresmian fasilitas baru tersebut di Batam.
Teknologi Digital dan Standar Keselamatan Tinggi
Fasilitas pengisian terbaru milik Samator ini telah mengintegrasikan sistem digital secara penuh, menggantikan proses manual yang sebelumnya digunakan.
Transformasi teknologi ini diklaim membuat seluruh proses operasional jauh lebih efisien dalam mendistribusikan gas ke berbagai kawasan industri strategis di Batam.
Rachmad menambahkan, karakteristik distribusi gas di Batam memiliki keunikan tersendiri karena sebagian besar pelanggan mengandalkan sistem distribusi melalui tabung dan trailer guna menjangkau kantong-kantong industri.
Selain fokus pada efisiensi operasional, perusahaan juga menempatkan aspek keselamatan kerja sebagai prioritas utama. Seluruh tabung gas diwajibkan menjalani pengujian berkala, termasuk uji kelayakan setiap lima tahun sekali guna mendeteksi potensi kebocoran.
Para pekerja di lapangan pun diwajibkan mematuhi standar keselamatan ketat dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap, mulai dari helm, sarung tangan, sepatu keselamatan, hingga perlengkapan pendukung lainnya.
Peluang Ekspor ke Pasar Global
Tidak hanya berorientasi pada pemenuhan pasar domestik, Samator juga mulai membidik peluang ekspansi pasar ekspor ke negara tetangga. Kendati demikian, langkah tersebut tetap mempertimbangkan kalkulasi bisnis yang matang, terutama dalam menjaga daya saing harga.
"Kami harus memastikan harga gas tetap kompetitif, tidak hanya bersaing di dalam negeri tetapi juga dengan negara lain seperti Singapura. Kami ingin produk Indonesia juga mampu masuk ke pasar luar negeri," tegas Rachmad.
Apresiasi BP Batam dan Kesiapan Infrastruktur Energi
Langkah ekspansi yang dilakukan oleh PT Samator Indo Gas Tbk mendapat sambutan hangat dari Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, memberikan apresiasi tinggi atas komitmen investasi tersebut.
Menurutnya, ketersediaan energi yang stabil merupakan salah satu faktor krusial yang selalu menjadi pertimbangan utama para investor global sebelum memutuskan berinvestasi di Batam.
"Selama ini salah satu isu yang sering disampaikan investor adalah bagaimana memastikan distribusi gas selalu tersedia secara berkesinambungan. Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah penting untuk menjawab kebutuhan tersebut," ujar Fary.
Fary memproyeksikan kebutuhan gas di Batam akan terus meningkat secara signifikan seiring dengan masifnya pengembangan kawasan industri baru serta pembangunan fasilitas pelayanan publik, termasuk rumah sakit berstandar internasional.
Pemerintah, melalui BP Batam, menargetkan wilayah ini untuk terus memantapkan posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan investasi nasional. Oleh karena itu, ketersediaan infrastruktur energi yang memadai menjadi syarat mutlak untuk mengimbangi laju investasi yang masuk.
"Jika Batam terus berkembang sebagai kawasan investasi, maka kebutuhan gas harus dapat dipenuhi secara cepat, andal, dan berkelanjutan.
Hal ini menjadi salah satu kunci untuk menjaga kepercayaan investor," pungkas Fary.

Komentar Via Facebook :