Mengenang Jaringan Analog 1996: Kilas Balik Infrastruktur Telekomunikasi Legendaris di Batamindo Lewat Perayaan 30 Tahun BBT

Mengenang Jaringan Analog 1996: Kilas Balik Infrastruktur Telekomunikasi Legendaris di Batamindo Lewat Perayaan 30 Tahun BBT

PT Batam Bintan Telekomunikasi (BBT) resmi merayakan momentum tiga dekade perjalanannya di Batam melalui perayaan bertajuk "30 Tahun Menghubungkan Batam: Sinergi Infrastruktur dan Transformasi Digital". (Foto: Asrul/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Perjalanan panjang dunia telekomunikasi industri di Kota Batam mencatat babak baru yang sarat nostalgia dan kemajuan teknologi. PT Batam Bintan Telekomunikasi (BBT) resmi merayakan momentum tiga dekade perjalanannya di Batam melalui perayaan bertajuk "30 Tahun Menghubungkan Batam: Sinergi Infrastruktur dan Transformasi Digital".

Kilas Balik: Menyusuri Jejak Kabel Analog di Batamindo

Bagi pelaku industri senior di Batam, nama kawasan industri Batamindo tentu tidak bisa dilepaskan dari sejarah awal industrialisasi pulau ini pada dekade 1990-an.

Jauh sebelum era internet kecepatan tinggi dan serat optik mendominasi, denyut nadi komunikasi kawasan manufaktur terbesar di Batam tersebut ditopang oleh teknologi telekomunikasi konvensional.

Dalam pameran kilas balik perayaan 30 tahun BBT, para tamu undangan diajak melihat langsung instalasi perangkat legendaris berupa Main Distribution Frame (MDF) dan ribuan kabel telepon analog yang tersusun rapi dalam rak-rak besi tinggi di ruang sentral telekomunikasi masa lalu.

Perangkat inilah yang pada tahun 1996 menjadi urat nadi komunikasi suara bagi pabrik-pabrik multinasional awal di Batamindo.

Rak-rak besi besar dengan konfigurasi ribuan blok terminal dan kabel jumper rumit tersebut merepresentasikan ketangguhan infrastruktur telekomunikasi tempo dulu.

Di masa itu, setiap sambungan telepon korporat, faksimili, hingga jalur komunikasi data berkecepatan rendah diatur secara manual melalui kerangka distribusi fisik yang masif ini.

Presiden Director BBT, Pratama Habibie, mengenang bagaimana perusahaan merintis jalan di tengah tantangan geografis dan keterbatasan teknologi masa lalu.

Dengan mengawali operasional menggunakan jaringan kabel telepon analog untuk melayani kawasan industri Batamindo, BBT membuktikan ketekunannya dalam membangun fondasi telekomunikasi dari bawah hingga menjadi tulang punggung konektivitas kota.

"Perayaan 30 tahun ini bukan sekadar mengenang perjalanan yang telah dilalui, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi bersama pelanggan, mitra, dan seluruh stakeholder yang telah tumbuh bersama BBT dalam membangun ekosistem digital di Batam." — Pratama Habibie, President Director BBT

Transformasi Menuju Era Serat Optik & Ekspansi Nasional

Seiring berjalannya waktu, kebutuhan industri bergeser drastis dari komunikasi suara analog menuju pertukaran data berkapasitas masif. BBT merespons perubahan ini dengan melakukan modernisasi total, menggantikan jaringan tembaga konvensional dengan infrastruktur jaringan fiber optik mutakhir.

Hingga saat ini, jaringan fiber optik BBT telah menjangkau lebih dari 80.000 home pass di 8.000 rumah di wilayah Batam dan Bintan, serta melayani lebih dari 100 klien korporat lintas sektor, mulai dari manufaktur, logistik, hingga kawasan komersial.

Tidak berhenti di Kepulauan Riau, sejak tahun 2017 BBT memperluas sayap secara nasional melalui merek Ofon, menjangkau kota-kota besar strategis seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, hingga Palembang.

Tonggak Sejarah: Menghadirkan Private 5G Pertama di Asia Tenggara

Puncak transformasi teknologi BBT terjadi pada tahun 2023. Berkolaborasi dengan penyelenggara telekomunikasi seluler terkemuka, BBT sukses menghadirkan jaringan Private 5G pertama di Asia Tenggara di kawasan Industri Batamindo.

Infrastruktur tower dan fiber optik mutakhir yang disediakan BBT memungkinkan penerapan smart manufacturing berbasis IoT, otomasi pabrik berkecepatan tinggi, dan latensi rendah, menempatkan Batam sejajar dengan pusat manufaktur global berteknologi tinggi.

Chief Marketing Officer BBT, Hery Kurniawan, menegaskan bahwa pemahaman mendalam terhadap operasional lapangan menjadi kunci kedekatan perusahaan dengan para mitra industri.

"Kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dekat kepada para mitra dengan memperlihatkan bagaimana infrastruktur telekomunikasi bekerja di balik operasional berbagai sektor industri. Kolaborasi yang dibangun melalui pemahaman bersama akan menjadi fondasi penting bagi transformasi digital ke depan," ujar Hery Kurniawan, Chief Marketing Officer BBT.

Infrastruktur Digital sebagai Fondasi Utama Investasi SIJORI

Di tingkat regional, General Manager Kepulauan Riau BBT, Hengki Firman, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mendongkrak daya saing Batam di kancah internasional. Sebagai bagian dari koridor pertumbuhan ekonomi SIJORI (Singapura–Johor–Riau), Batam memegang posisi strategis sebagai tetangga dekat hub data digital Asia Tenggara, Singapura.

Ketersediaan infrastruktur telekomunikasi yang andal — mulai dari warisan sejarah jaringan kabel handal hingga kesiapan konektivitas 5G — terbukti menjadi penentu utama bagi investor asing dan perusahaan multinasional dalam menanamkan modal dan memperluas basis manufaktur mereka di Batam.

"Semangat kolaborasi yang terbangun melalui acara ini diharapkan dapat terus mendorong lahirnya inovasi dan memperkuat daya saing Batam sebagai kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi digital," sebut Hengki Firman, General Manager Kepulauan Riau BBT

Dengan rekam jejak selama tiga dekade, PT Batam Bintan Telekomunikasi membuktikan diri bukan sekadar penyedia jaringan konvensional atau internet semata, melainkan arsitek utama di balik fondasi kokoh yang menopang pertumbuhan ekonomi digital dan daya saing global Kota Batam secara berkelanjutan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :