Viral Dugaan Voyeurisme di Toilet Harbour Bay Batam, Pelaku Dibebaskan usai Ditahan Dua Hari, Netizen Geram

Viral Dugaan Voyeurisme di Toilet Harbour Bay Batam, Pelaku Dibebaskan usai Ditahan Dua Hari, Netizen Geram

Tangkapan layar wajah pria pelaku perekaman diam-diam di toilet wanita Terminal Pelabuhan Harbour Bay, Batam, yang viral di media sosial. Pelaku diamankan di Polsek Batu Ampar dan hanya ditahan selama 2x24 jam.

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Dugaan aksi pelecehan seksual berbasis voyeurisme di toilet wanita Terminal Pelabuhan Harbour Bay, Batam, memicu gelombang kemarahan publik. Kasus yang viral di media sosial itu menjadi sorotan setelah pelaku disebut dibebaskan usai menjalani penahanan selama dua hari.

Peristiwa tersebut mencuat setelah diunggah akun Threads @najwanis.aziz. Dalam unggahannya, korban menceritakan pengalaman yang dialaminya saat berada di toilet wanita di Terminal Harbour Bay pada 21 Juli 2026.

Korban mengaku mulai curiga ketika melihat pantulan cermin wastafel yang memperlihatkan adanya ponsel diarahkan dari bilik sebelah ke bilik yang ditempatinya. Kecurigaan itu semakin kuat setelah ia melihat sepasang kaki pria berada di bawah sekat bilik toilet.

Melalui unggahannya, korban menyampaikan peringatan kepada para perempuan agar lebih waspada saat menggunakan fasilitas umum.

"Kepada akak & makcik yang nak pegi batam (or anywhere), hati-hati every time pegi toilet. I just witnessed something so disgusting at Harbour Bay Terminal and no woman should ever have to experience this. I'm still so shaken."

Korban kemudian berlari menemui suaminya dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan pelabuhan. Mereka langsung mendatangi lokasi dan menggerebek pria yang diduga berada di dalam toilet wanita.

Korban menggambarkan momen penangkapan tersebut melalui unggahan di media sosial.

"I dgn husband aggressively ketuk pintu toilet & caught the guy red-handed inside the women’s toilet. His excuse? 'Saya salah masuk kamar pak.' Yeah... sure."

Menurut korban, pria tersebut sempat meminta agar persoalan diselesaikan secara baik-baik di ruang keamanan. Namun permintaan itu ditolak. Korban kemudian mengunggah foto dan video pelaku ke media sosial sebagai bentuk peringatan sekaligus efek jera.

Kasus tersebut selanjutnya ditangani Polsek Batu Ampar. Namun, perhatian publik semakin besar setelah korban mengunggah tangkapan layar percakapan yang menyebut pelaku hanya ditahan selama 2x24 jam sebelum akhirnya dibebaskan.

Dalam percakapan yang diunggah, korban menuliskan:

"Bang tadi pelaku sudah di bawa ke kantor police batu ampar, saya juga ikut sebagai saksi. Tapi karena video yg di ambil pelaku tak mengarah ke bagian sensitif hanya nampak saya duduk saja jadi saya tak nak buat panjang masalah. Pelaku di tahan 2x24 jam disana sebagai efek jera. Saya sudah balik dari kantor police."

Pihak Polsek Batu Ampar membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kepolisian menjelaskan pelaku tidak diproses lebih lanjut karena korban tidak membuat laporan polisi (LP) secara resmi. Selain itu, hasil pemeriksaan terhadap video di ponsel pelaku disebut tidak memperlihatkan bagian sensitif tubuh korban.

Penjelasan tersebut justru memicu polemik di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai alasan prosedural tersebut tidak menjawab keresahan publik dan dinilai belum memberikan rasa keadilan, mengingat dugaan peristiwa terjadi di ruang pribadi yang seharusnya menjadi tempat aman bagi perempuan.

Kasus ini juga mendapat perhatian luas di Malaysia. Meski dalam pemeriksaan awal polisi menyebut korban merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), keberadaan wisatawan asal Malaysia di lokasi saat penggerebekan membuat informasi tersebut cepat menyebar dan memicu reaksi keras dari warganet Negeri Jiran.

Di media sosial, warganet Indonesia dan Malaysia ramai-ramai mengecam dugaan tindakan pelaku. Mereka juga mempertanyakan keputusan pembebasan tersebut serta mendesak aparat penegak hukum memberikan kepastian hukum agar kejadian serupa tidak terulang.

Selain menuntut penanganan yang lebih tegas, publik juga menilai kasus ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi rasa aman masyarakat dan wisatawan yang menggunakan fasilitas publik di Batam, sekaligus berdampak terhadap citra pariwisata daerah.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :