Pertamina NRE Bangun PLTS 1 MW di Pulau Sembur Batam, Nelayan Kini Nikmati Listrik 24 Jam
PLTS terbsar di Indonesia.
Batam, Batamnews – Warga Pulau Sembur, Batam, Kepulauan Riau, bakal segera menikmati aliran listrik menyala 24 jam penuh. Pertamina New and Renewable Energy (NRE) mulai membangun infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1 Mega Watt (MW) di pulau yang lokasinya hanya berjarak satu jam perjalanan dari Singapura itu.
Selama puluhan tahun, warga di pulau tersebut hanya bisa menikmati listrik empat hingga lima jam per hari. Kondisi itu terjadi karena ketergantungan pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang beroperasi secara terbatas. Proyek PLTS ini hadir untuk memutus ketergantungan itu.
Direktur Utama Pertamina NRE John Anis menyampaikan, proyek percontohan itu ditargetkan mulai beroperasi pada Juli atau paling lambat awal Agustus 2026. Ia menyebut pembangunan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk masuk ke daerah-daerah off-grid yang selama ini belum terjangkau listrik andal.
"Solar panel tadi Bu Dirjen (Dirjen EBTKE Kementerian ESDM) bilang untuk desa-desa kita akan masuk untuk daerah-daerah yang off-grid. Kami bikin pilot untuk 1 MW di Pulau Sembur," ujar John dilansir dari CNBC Indonesia.
Manfaat pembangunan ini secara langsung dirasakan oleh warga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Dengan pasokan listrik yang stabil, mereka nantinya bisa mengoperasikan fasilitas pendingin seperti cold storage dan mesin pembuat es (ice maker).
Selama ini, keterbatasan listrik membuat nelayan kesulitan menjaga kualitas hasil tangkapan sebelum dijual ke pasar.
"Tujuannya untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Karena mereka kebanyakan nelayan, untuk jual ikannya karena tidak ada cold storage, tidak ada ice maker, ya murah," tambah John.
Pertamina NRE berharap proyek ini bisa mendongkrak kesejahteraan ekonomi lokal, terutama di sektor perikanan. John menambahkan bahwa ke depannya, pembangkit ini juga memungkinkan untuk dihibridisasi dengan sumber energi lain.
Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan strategi khusus agar rencana pembangunan PLTS berkapasitas 100 Giga Watt (GW) tidak memakan lahan baru yang luas. Pasalnya, kapasitas 100 GW itu setara dengan hampir seluruh kapasitas pembangkit listrik yang sudah ada di Indonesia saat ini, yang mencapai 107 GW.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengatakan, pemerintah akan memanfaatkan berbagai lokasi yang sudah tersedia untuk menekan kebutuhan lahan.
"Konsep energi baru terbarukan ini menjangkau semuanya. Kalau kita bicara 100 Giga Watt, ini seperti membangun pembangkit yang selama ini sudah ada, kapasitas pembangkitnya sekarang 107 Giga Watt. Ini digelontorkan lagi 100 Giga seperti membangun sesuatu yang besar sekali," kata Eniya dalam acara yang sama.
Baca juga: Microsoft PHK Ribuan Karyawan Lagi, Divisi Xbox dan Tim Penjualan Paling Terkena Dampak
Untuk merealisasikannya, Kementerian ESDM akan menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum untuk memanfaatkan permukaan bendungan dan waduk sebagai lokasi PLTS terapung. Selain itu, pemerintah juga membuka peluang memakai lahan bekas tambang, atap gedung, kawasan industri, gudang, hingga bangunan komersial sebagai tempat pemasangan panel surya.
"Nah, ini upaya untuk peningkatan energi baru terbarukan cukup masif dan kita ingin mendorong investasi untuk masuk ke Indonesia. Dibutuhkan sekitar 1.600 triliun rupiah untuk membangun energi baru terbarukan yang kita rencanakan sampai dengan 10 tahun ke depan," pungkasnya.

Komentar Via Facebook :