Polda Kepri Ungkap Pelaku Balap Liar di Batam Didominasi Pelajar SMP dan SMA, Orang Tua Diminta Lebih Awasi Anak

Polda Kepri Ungkap Pelaku Balap Liar di Batam Didominasi Pelajar SMP dan SMA, Orang Tua Diminta Lebih Awasi Anak

Lima remaja diamankan polisi saat balap liar di batam, Sabtu 27 Juni 2026. (Foto: Jamaluddin/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau mengungkap mayoritas pelaku balap liar yang diamankan dalam dua bulan terakhir di Kota Batam merupakan pelajar sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Temuan tersebut diperoleh dari patroli rutin yang dilakukan Tim Patroli Perintis Presisi Direktorat Samapta Polda Kepri.

Anggota Tim Patroli Perintis Presisi, Ipda Parlind Sitompul, mengatakan patroli tidak hanya difokuskan untuk membubarkan aksi balap liar, tetapi juga mencegah berbagai tindak kriminal yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari.

"Selain mengantisipasi tindak pidana kejahatan, kami juga membubarkan balap liar yang meresahkan masyarakat. Peredaran narkoba, minuman keras, pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, hingga begal juga menjadi atensi kami," kata Parlind saat patroli di Batam, Sabtu (27/6/2026) dini hari.

Menurutnya, aksi balap liar masih sering ditemukan di sejumlah ruas jalan di Kota Batam, di antaranya kawasan Bandara Hang Nadim, Tembesi, KDA, Bundaran Bandara, hingga K-Square. Para pelaku pun kerap berpindah lokasi setelah dibubarkan petugas.

"Mereka ini, setelah dibubarkan di satu titik, akan pindah ke titik lain," ujarnya.

Selain membubarkan balap liar, petugas juga kerap menemukan remaja yang mengonsumsi minuman keras di pinggir jalan, terlibat perkelahian, hingga memutar musik dengan suara keras yang mengganggu ketenangan masyarakat.

Tak hanya itu, dalam beberapa patroli polisi juga menemukan narkotika yang kemudian diserahkan kepada Polsek setempat atau Satresnarkoba untuk diproses sesuai ketentuan hukum.

Parlind mengungkapkan, sebagian besar remaja yang diamankan masih berstatus pelajar, mulai dari siswa kelas II SMP hingga SMA. Sebagian lainnya merupakan alumni sekolah yang masih bergaul dengan kelompok pelajar.

Melihat kondisi tersebut, ia mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama saat berada di luar rumah hingga larut malam.

"Kalau anak belum pulang, segera dihubungi melalui telepon atau WhatsApp. Terkadang laporan anak kepada orang tua berbeda, ternyata mereka berada di lokasi balap liar," katanya.

Menurut Parlind, peran orang tua sangat penting dalam mencegah anak-anak terjerumus ke dalam aksi balap liar maupun pelanggaran hukum lainnya.

"Jangan sampai nanti sudah terjadi sesuatu, orang tua baru mendapat telepon dari polisi. Sangat disayangkan karena masa depan mereka masih panjang," ujarnya.

Polda Kepri berharap sinergi antara kepolisian, orang tua, sekolah, dan masyarakat dapat menekan angka balap liar serta berbagai kenakalan remaja yang berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :