BRIN dan BP Batam Resmikan Science and Technology Park, Targetkan Ekspor Teknologi Rp21,7 Triliun
Penandatangan kerjasama oleh Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam Sudirman Saad, Kepala BRIN Arif Satria, Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN R. Hendrian, Kamis, 18 Juni 2026 lalu di Gedung B.J. Habibie, Jakarta.
Batam, Batamnews — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama BP Batam resmi meluncurkan langkah strategis untuk mengubah Batam menjadi pusat inovasi dan teknologi berdaya saing global.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Pemanfaatan Riset dan Inovasi serta Pengkajian Pembangunan Batam Science and Technology Park (BSTP), Kamis, 18 Juni 2026 lalu di Gedung B.J. Habibie, Jakarta.
Targetnya jelas: menjadikan Batam sebagai "Shenzhen versi Indonesia"—kawasan teknologi yang mampu bersaing di tingkat Asia Tenggara.
Acara penandatanganan dihadiri Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam Sudirman Saad, Kepala BRIN Arif Satria, Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN R. Hendrian, serta Komite Eksekutif Presiden RI sekaligus Tenaga Ahli Investasi BP Batam Billy Mambrasar.
Deputi BP Batam Sudirman Saad menjelaskan, sinergi ini bertujuan mempercepat investasi berkualitas melalui hilirisasi riset nyata. Saat ini, investasi data center di Batam tumbuh pesat dengan potensi mencapai Rp130 triliun dalam tiga tahun ke depan.
"Tantangan terbesar kami adalah kebutuhan air dan listrik. Kami berharap BRIN membantu menghadirkan solusi inovatif melalui pengelolaan waduk, pemanfaatan air laut, hingga pengembangan floating solar panel," ujar Sudirman.
Kepala BRIN Arif Satria menegaskan, BSTP berperan sebagai jembatan antara riset dan industri.
"Inovasi akan memberikan dampak apabila hasil penelitian diterapkan untuk menyelesaikan persoalan nyata. BRIN ingin menjadi mitra strategis BP Batam," katanya.
Arif memaparkan, Shenzhen di Tiongkok melalui Shenzhen National High-Tech Zone mampu menghasilkan output industri sekitar 1,79 triliun yuan atau lebih dari Rp4.700 triliun.
Baca juga: Romo Paschal Soroti Lambannya Penanganan Kasus Djuwita Playgroup, Polisi Sebut Sudah Naik Penyidikan
"Ini menunjukkan bahwa science and technology park bukan sekadar kawasan fisik, tetapi mesin ekonomi baru," urainya.
Billy Mambrasar menambahkan, BSTP berpotensi menambah nilai ekspor teknologi hingga Rp21,7 triliun per tahun.
"Batam membutuhkan ekosistem yang menghubungkan riset dengan kebutuhan industri. Ini akan mendorong lahirnya perusahaan baru dan lapangan kerja berkualitas," jelasnya.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi pilar ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy) dan membuktikan Indonesia siap memimpin lompatan teknologi di kancah global.
Komentar Via Facebook :