PGS Targetkan Pendapatan Rp78,57 Miliar pada 2026, Siapkan Tiga Proyek Senilai Rp880 Miliar di Batam

PGS Targetkan Pendapatan Rp78,57 Miliar pada 2026, Siapkan Tiga Proyek Senilai Rp880 Miliar di Batam

PGS Melakanakan kegiatan Public Expose kinerja tahun 2025 dan rencana bisnis tahun 2026 yang digelar di kantor perusahaan, kawasan Pasir Putih, Bengkong, Batam. (Foto. Batamnews.co.id)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – PT Puri Global Sukses (PGS) Tbk menargetkan pendapatan sebesar Rp78,57 miliar pada tahun 2026 atau meningkat sekitar 47,63 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Perseroan juga membidik laba bersih sebesar Rp3,98 miliar setelah pada tahun sebelumnya masih mencatatkan kerugian.

Target tersebut disampaikan dalam kegiatan Public Expose kinerja tahun 2025 dan rencana bisnis tahun 2026 yang digelar di kantor perusahaan, kawasan Pasir Putih, Bengkong, Batam, Senin (15/6/2026).

Corporate Secretary PT PGS, Jessica, mengatakan peningkatan kinerja pada tahun depan ditopang oleh rencana penyelesaian dan penyerahan sejumlah unit proyek yang saat ini sedang berjalan.

“Seiring dengan rencana penyelesaian penyerahan unit tersebut, perseroan menargetkan pendapatan tahun 2026 sebesar Rp78,57 miliar atau meningkat sekitar 47,63 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Selain itu, laba bersih tahun 2026 ditargetkan mencapai Rp3,98 miliar,” ujar Jessica, Rabu (17/06/2026).

Untuk mencapai target tersebut, perseroan menyiapkan sejumlah strategi, antara lain mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, mengembangkan rantai pasok (supply chain), serta mengelola aset dan struktur permodalan secara lebih efisien.

Pada tahun 2026, PGS juga akan mengembangkan tiga proyek utama dengan total nilai investasi mencapai Rp880 miliar. Proyek tersebut meliputi The Monde City Phase 2 dengan nilai investasi Rp280 miliar dan pengembangan 120 unit, Monde Raffle Business District senilai Rp100 miliar yang mencakup pembangunan 46 blok ruko, serta Tembesi Residence sebagai proyek terbesar dengan nilai investasi Rp500 miliar di atas lahan seluas 10 hektare.

Perseroan menilai keterbatasan lahan menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan bisnis properti di Batam. Sebagian besar wilayah yang potensial untuk pengembangan telah memiliki keterbatasan ketersediaan lahan, terutama di kawasan strategis.

Meski demikian, manajemen menyebut sepanjang tahun 2025 operasional perusahaan berjalan tanpa hambatan signifikan yang berdampak pada kinerja usaha.

Peningkatan pendapatan dan laba pada tahun 2026 diproyeksikan berasal dari kontribusi penjualan apartemen Monde City. Untuk mendukung pengembangan usaha, perusahaan masih mengandalkan pembiayaan melalui utang bank jangka pendek dan modal internal dengan tetap memperhatikan efisiensi biaya modal.

Finance Advisor PT PGS, Ardi, mengatakan hingga saat ini perusahaan masih berfokus pada pengembangan sektor perumahan, ruko, apartemen, dan lahan.

“Untuk rencana mendirikan hotel, kami masih harus mempelajari terlebih dahulu aspek delivery atau penyerapannya di pasar. Apabila faktor tersebut memungkinkan, tidak menutup kemungkinan pada tahap berikutnya akan kami rencanakan. Namun saat ini fokus kami masih pada pembangunan rumah, ruko, apartemen, dan tanah yang kami kembangkan,” kata Ardi.

Selain itu, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2026 sebesar Rp77,52 miliar. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan alokasi capex tahun 2025 yang mencapai Rp101,1 miliar dengan realisasi penggunaan dana sebesar Rp100,56 miliar atau hampir 100 persen dari target.

Manajemen menjelaskan penurunan anggaran capex terjadi karena sebagian besar proyek yang sedang dikerjakan telah memasuki tahap penyelesaian.

“Capex tahun 2026 menurun menjadi Rp77,52 miliar. Penurunan ini terjadi karena sebagian besar proyek yang kami kerjakan saat ini sudah memasuki tahap penyelesaian sehingga tidak lagi membutuhkan investasi yang besar seperti pada tahap pembangunan awal,” jelas manajemen.

Hingga pertengahan tahun 2026, realisasi penggunaan capex tercatat sekitar Rp28 miliar atau setara 36,71 persen dari total anggaran yang telah disiapkan. Dana tersebut digunakan untuk mendukung penyelesaian proyek berjalan dan pengembangan sejumlah kawasan prioritas.

Dalam sesi tanya jawab, Kepala Legal PT PGS, Fajar, mengatakan industri properti saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari perubahan regulasi, proses birokrasi dan perizinan, hingga kondisi ekonomi yang memengaruhi daya beli masyarakat.

“Kita juga melihat perkembangan kondisi ekonomi saat ini karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap prospek usaha ke depan,” ujar Fajar.

Menurutnya, keterbatasan lahan di lokasi strategis juga menjadi tantangan tersendiri bagi para pengembang.

“Saat ini mendapatkan lahan baru di lokasi yang strategis semakin sulit karena sebagian besar kawasan yang potensial sudah masuk dalam kategori lahan yang terbatas ketersediaannya,” jelasnya.

Di tengah persaingan industri properti, PGS optimistis mampu mempertahankan daya saing melalui keunggulan lokasi proyek dan konsep pengembangan kawasan terpadu.

Jessica menjelaskan seluruh proyek perusahaan berada di lokasi strategis yang dekat dengan pusat pemerintahan, pusat perbelanjaan, dan kawasan permukiman yang telah berkembang.

“Seluruh proyek yang kami kembangkan, baik perumahan, apartemen maupun ruko, berada di lokasi yang strategis dan dekat dengan berbagai pusat aktivitas masyarakat. Selain itu, kami mengusung konsep lifestyle living yang mengintegrasikan kebutuhan hunian, area komersial, dan fasilitas pendukung dalam satu kawasan,” ujarnya.

Menurut Jessica, konsep tersebut tidak hanya memberikan kenyamanan bagi penghuni, tetapi juga menawarkan potensi investasi yang menarik.

“Keunggulan lokasi, konsep pengembangan terpadu, serta tingginya kebutuhan pasar menjadi faktor yang kami yakini dapat meningkatkan nilai investasi bagi konsumen maupun investor,” pungkasnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :