Kemenko Infra Siapkan Batam Jadi Simpul MRO dan Logistik Penerbangan Nasional

Kemenko Infra Siapkan Batam Jadi Simpul MRO dan Logistik Penerbangan Nasional

Sekretaris Deputi Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Infrastruktur, Rustam Efendi, menegaskan bahwa keberhasilan industri penerbangan nasional tidak boleh hanya bertumpu pada pembangunan fisik bandara dan pertumbuhan jumlah armada pesawat.

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews — Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur terus mematangkan strategi penguatan industri perawatan dan perbaikan pesawat atau Maintenance, Repair and Overhaul (MRO).

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya besar membangun daya saing sektor penerbangan nasional sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pusat MRO terkemuka di kawasan Asia.

Sekretaris Deputi Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Infrastruktur, Rustam Efendi, menegaskan bahwa keberhasilan industri penerbangan nasional tidak boleh hanya bertumpu pada pembangunan fisik bandara dan pertumbuhan jumlah armada pesawat.

Kesiapan ekosistem pendukung, khususnya sektor MRO, memegang peranan yang sangat krusial.
Menurut Rustam, aksesibilitas yang mumpuni terhadap industri MRO merupakan faktor kunci dalam menciptakan industri penerbangan yang kompetitif, efisien, dan berkelanjutan.

"Kalau ingin sektor penerbangan kita kompetitif, tidak cukup hanya bicara soal harga avtur atau kapasitas bandara saja. MRO menjadi salah satu komponen penting yang menentukan efisiensi dan keberlanjutan industri penerbangan kita ke depan," ujar Rustam saat memberikan pemaparan dalam ajang Indonesia MRO Summit (IMROS) 2026 yang digelar di Batam.

Rustam menambahkan, sektor penerbangan memiliki efek domino yang besar terhadap perekonomian nasional, mulai dari kontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi hingga penciptaan lapangan kerja dalam skala masif. Oleh karena itu, penguatan sektor MRO kini masuk ke dalam agenda prioritas pembangunan infrastruktur nasional.

Pergeseran Paradigma Pembangunan dan Strategi Negara Kepulauan

Lebih lanjut, Rustam menjelaskan bahwa pemerintah kini mulai menggeser pendekatan pembangunannya. Fokus pemerintah tidak lagi sekadar membangun infrastruktur fisik secara parsial, melainkan membangun konektivitas yang terintegrasi secara menyeluruh.

"MRO mendukung penuh keberhasilan penerbangan Indonesia. Jadi yang kita bangun saat ini bukan hanya bandaranya, tetapi juga sistem pendukung yang terintegrasi langsung dengan kawasan industri dan logistik," jelasnya.

Dalam peta jalan tersebut, Batam dinilai memiliki posisi yang sangat strategis untuk diakselerasi sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri MRO nasional. Selain berada tepat di jalur perdagangan internasional yang sibuk, Batam juga diuntungkan oleh kedekatan geografisnya dengan pusat industri global dan konektivitas kawasan.

Kendati demikian, Rustam mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia jauh berbeda dengan negara tetangga seperti Singapura. Indonesia tidak bisa mengadopsi mentah-mentah atau membandingkan langsung sistem konektivitasnya dengan Singapura yang memiliki wilayah geografis kecil dan sistem logistik yang relatif lebih sederhana.

"Kita tentu boleh belajar dari Singapura, tetapi tidak bisa membandingkannya secara langsung. Indonesia adalah negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau. Karena karakteristik unik ini, strategi kita adalah membangun beberapa titik hub (penghubung) utama dan pusat kargo di wilayah strategis," tuturnya.

Saat ini, pemerintah memprioritaskan pengembangan sejumlah wilayah di Indonesia sebagai simpul konektivitas nasional, di antaranya adalah Batam, Jakarta, Surabaya, dan Makassar.

Sinkronisasi Logistik dan Pengembangan SDM Berstandar Global

Untuk mendukung percepatan industri MRO di Batam dan wilayah lainnya, Kemenko Infrastruktur tengah gencar melakukan penyelarasan konektivitas multi-moda.

Integrasi ini mencakup pelabuhan laut, bandara, kawasan industri, hingga sistem distribusi barang. Target utamanya adalah menekan dwelling time atau waktu tunggu kedatangan komponen dan suku cadang pesawat (spare parts).

Rustam menyatakan, koordinasi lintas sektoral yang melibatkan banyak pemangku kepentingan (stakeholders) terus dipacu agar proses keluar masuk barang menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien.

Beberapa langkah taktis yang sedang disiapkan pemerintah antara lain:

  • Penyederhanaan dan debirokratisasi arus logistik.
  • Percepatan proses kepabeanan (customs) khusus di area bandara.
  • Optimalisasi transportasi darat yang menghubungkan pelabuhan ke kawasan industri.m
  • Penjajakan integrasi moda angkutan terpadu bersama operator pelabuhan dan kereta api.

Di sektor kebandarudaraan, pemerintah juga mendorong optimalisasi seluruh proses operasional bandara secara holistik.

"Yang ingin kita bangun bukan sekadar memperpanjang runway (landasan pacu), tetapi keseluruhan ekosistem proses yang membuat konektivitas itu berjalan efektif dan mampu menyokong industri," imbuh Rustam.

Di samping penguatan infrastruktur fisik dan regulasi logistik, faktor kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) tidak luput dari perhatian. Rustam mengakui bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pasokan tenaga kerja ahli.

Indonesia perlu mendongkrak kuantitas serta kompetensi para teknisi dan insinyur penerbangan agar sejalan dengan pesatnya pertumbuhan industri.

Melalui penguatan standar industri dan percepatan rantai pasok (supply chain) ini, pemerintah optimistis layanan MRO di dalam negeri mampu mencapai standar internasional dan bersaing secara global.

Ke depan, Provinsi Kepulauan Riau, khususnya Batam, diproyeksikan menjadi wilayah barisan depan dalam pengembangan proyek konektivitas terintegrasi ini. Wilayah ini diarahkan untuk mendukung penuh terbentuknya ekosistem aerocity serta kawasan industri penerbangan bertaraf global yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :