SPMB Kepri 2026/2027: Kuota Prestasi SMK Lebih Besar dari Zonasi, Ini Rinciannya
Suasana salah satu SMK Negeri di Batam. Pemprov Kepri mengalokasikan kuota jalur prestasi hingga 75 persen untuk SMK pada SPMB 2026/2027, memberi kebebasan siswa memilih sekolah sesuai bakat tanpa batasan jarak.
Batam, Batamnews – Dunia pendidikan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sedang berubah. Anak-anak sekarang lebih banyak yang tertarik masuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) daripada Sekolah Menengah Atas (SMA).
Tahun lalu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri mencatat angkanya. Tepatnya di tahun 2025, sebanyak 52 persen lulusan SMP memilih SMK. Sisanya, 48 persen, memilih SMA.
Melihat tren ini, pemerintah provinsi pun bergerak. Mereka mengubah aturan main untuk penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027.
Baca juga: Cara Daftar SPMB Online Bintan TP 2026-2027, Orang Tua Diminta Siapkan Berkas dari Jauh Hari
Ada perbedaan jelas antara SMK dan SMA. Untuk SMA, jalur zonasi atau domisili masih dominan, yaitu 35 persen. Lalu, jalur prestasi 30 persen, afirmasi 30 persen, dan mutasi 5 persen.
Tapi untuk SMK, ceritanya lain. Jalur prestasi mendapat jatah paling besar, yaitu 75 persen dari total kuota. Sisanya, 15 persen untuk afirmasi dan hanya 10 persen untuk zonasi atau domisili.
Apa alasannya? Kepala Disdik Kepri, Andi Agung, menjelaskan bahwa dengan kuota prestasi yang besar, calon siswa bebas memilih sekolah dan jurusan. Mereka tidak terhalang jarak rumah ke sekolah. Yang penting, sesuai bakat dan minat.
Namun, Andi Agung juga mengingatkan satu hal penting. Orang tua dan siswa harus realistis. Jangan hanya karena kuota prestasi besar lalu asal pilih.
"Beberapa jurusan itu daya tampungnya terbatas. Tapi peminatnya tinggi karena dibutuhkan di dunia kerja," ujarnya.
Jadi, pilihan harus matang. Jangan sampai salah langkah di awal.
Baca juga:
Untuk mengantisipasi lonjakan minat ini, Pemprov Kepri tahun ini mengoperasikan dua SMK baru. Yaitu SMK Negeri 13 di Bengkong dan SMK Negeri 14 di Tanjung Uncang.
SMKN 13 Bengkong punya program keahlian unggulan, yakni pengelasan. Untuk mendukungnya, pemprov telah menyiapkan peralatan praktik senilai Rp3 miliar. Ini bentuk keseriusan agar lulusan siap pakai di industri.
Kesimpulannya, bagi calon siswa yang punya prestasi dan ingin leluasa memilih jurusan SMK, peluang besar terbuka. Tapi ingat, pilihlah dengan hati-hati.
Komentar Via Facebook :