Penambahan TransBatam Saja Tidak Cukup, Batam Butuh Jalur Khusus Busway

Penambahan TransBatam Saja Tidak Cukup, Batam Butuh Jalur Khusus Busway

Bus Trans Batam yang terparkir di Transfer Point Trans Batam Batu Aji, Jl. Brigjen Katamso, Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Senin (1/6/2026). (Foto: Jamaluddin/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Penambahan 19 armada baru Trans Batam dinilai sebagai langkah positif Pemerintah Kota Batam dalam memperkuat layanan transportasi publik. Namun, kebijakan itu dianggap belum akan berdampak signifikan jika tidak dibarengi pembangunan infrastruktur pendukung yang terintegrasi.

Akademisi Kota Batam, Miftahul Huda, mengatakan persoalan transportasi publik tidak semata-mata terletak pada jumlah armada yang tersedia. Menurut dia, keberhasilan angkutan umum bergantung pada kemudahan akses masyarakat untuk menggunakannya.

“Penambahan bus itu bagus dan perlu diapresiasi. Tetapi yang harus dilihat bukan hanya jumlah armadanya. Kalau infrastrukturnya tidak mendukung, bahkan 100 bus pun tidak akan efektif,” kata Miftahul kepada Batamnews, Senin (1/6/2026).

Ia mempertanyakan tingkat penggunaan Trans Batam oleh masyarakat saat ini. Menurut dia, mayoritas warga masih mengandalkan kendaraan pribadi untuk bekerja, bersekolah, maupun beraktivitas sehari-hari.

“Apakah masyarakat pergi ke mal naik bus? Apakah berangkat kerja atau sekolah naik bus? Faktanya sebagian besar masih menggunakan kendaraan pribadi,” ujarnya.

Miftahul menilai kondisi itu dipengaruhi minimnya integrasi antara layanan bus dengan fasilitas pendukung. Lokasi halte yang jauh dari kawasan permukiman, keterbatasan jalur pedestrian, hingga kurangnya fasilitas penyeberangan membuat masyarakat enggan menggunakan transportasi umum.

Menurut dia, karakter masyarakat Batam yang memiliki mobilitas tinggi juga menjadi faktor yang harus diperhitungkan. Banyak pekerja industri memilih kendaraan pribadi karena dinilai lebih praktis dan mampu menjamin ketepatan waktu.

“Orang Batam bergerak cepat. Kalau akses ke halte sulit dan sistemnya tidak terintegrasi, masyarakat akan memilih kendaraan pribadi daripada terlambat sampai ke tempat kerja,” katanya.

Karena itu, Miftahul menilai integrasi harus menjadi fokus utama pemerintah dalam pengembangan transportasi publik. Ia menyebut penambahan armada saja tidak otomatis mengurangi kemacetan.

“Kemacetan bukan selesai hanya dengan menambah bus. Yang dibutuhkan adalah sistem transportasi yang terintegrasi,” ujarnya.

Salah satu langkah yang menurut dia perlu dipertimbangkan adalah penyediaan jalur khusus bus atau busway. Dengan adanya jalur tersendiri, transportasi umum memiliki keunggulan waktu tempuh dibanding kendaraan pribadi.

“Batam perlu memikirkan jalur busway. Jalan di Batam relatif masih luas dan harus ada ruang yang memang difasilitasi khusus untuk angkutan umum,” kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Batam meluncurkan 19 armada baru Trans Batam melalui skema buy the service atau pembelian layanan yang melibatkan operator swasta. Pemerintah menargetkan waktu tunggu penumpang kurang dari 10 menit dan memperluas konektivitas menuju pelabuhan, bandara, pusat ekonomi, serta kawasan pendidikan.

Namun bagi Miftahul, penambahan armada hanya akan efektif jika dibarengi pembenahan ekosistem transportasi secara menyeluruh.

“Yang penting bagi masyarakat itu transportasi yang tepat waktu, mudah diakses, dan terintegrasi. Kalau itu belum terpenuhi, orang tetap akan memilih kendaraan pribadi,” ujar dia.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :