Bantah Narasi Simpang Siur, Anggota Damkar Anambas Akui Trauma Bukan Salah Tangkap Polisi

Bantah Narasi Simpang Siur, Anggota Damkar Anambas Akui Trauma Bukan Salah Tangkap Polisi

Sahrul Firdaus, seorang pegawai Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Kepulauan Anambas, saat menemui Kapolres Anambas.

Nurjali

Anambas, Batamnews - Simpang siur informasi yang menyeret nama Sahrul Firdaus, seorang pegawai Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Kepulauan Anambas, akhirnya mendapat pelurusan.

Beredar kabar bahwa Sahrul adalah korban salah tangkap, pengguna narkoba, mengalami kekerasan, hingga adanya permintaan tertentu kepada polisi. Kamis, 30 Mei 2026, Sahrul didampingi Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan, menemui Kapolres Anambas di Polsek Siantan, Polres Kepulauan Anambas, untuk memberikan klarifikasi.

Dengan lugas, Sahrul mengaku tidak nyaman dengan pemberitaan yang beredar. Ia merasa tertekan secara psikologis dan sempat trauma pascaperistiwa penggerebekan yang melibatkan namanya.

Baca juga: Polres Anambas Klarifikasi Isu Salah Tangkap: Penggeledahan Sudah Sesuai KUHAP Terbaru

"Saya merasa tidak nyaman, pusing, dan secara psikologis terganggu. Saya juga sempat trauma," ujar Sahrul.

Namun, setelah bertemu dengan Kapolres Kepulauan Anambas, Sahrul mengaku persoalannya selesai. Beban pikirannya perlahan lepas.

"Setelah bertemu Kapolres Anambas, saya merasa tenang dan beban saya lepas. Tidak ada masalah lagi," tegasnya.

Sahrul juga membantah keras narasi bahwa ia adalah korban salah tangkap.

"Saya tidak pernah menyampaikan bahwa saya salah tangkap, karena saya tidak pernah mengatakan saya ditangkap. Saat ini permasalahan saya sudah selesai dan terbukti saya tidak mengonsumsi narkoba," tambahnya.

Senada dengan Sahrul, Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung. Hasilnya, tidak ada satu pun cerita tentang kekerasan atau permintaan aneh dari Sahrul.

"Setelah kami konfirmasi, tidak ada satu kata pun yang disampaikan Sahrul terkait adanya kekerasan ataupun permintaan macam-macam. Saat itu beliau hanya mengalami shock akibat kejadian yang terjadi. Selain itu tidak ada," terang Kabid Damkar.

Pihak Damkar mengaku kaget ketika nama instansinya ikut terseret dalam pemberitaan. Karena itu, mereka memilih bertanya langsung kepada sumbernya, yakni Sahrul.

Baca juga: Kapolres Anambas Tegaskan Media Tetap Diberi Ruang Liput Kunjungan Kapolda Kepri

"Terkadang sebuah pemberitaan bisa berkurang atau bahkan bertambah dari informasi yang disampaikan. Kami perlu klarifikasi langsung," ujarnya.

Di akhir pertemuan, Kabid Damkar dan Sahrul menegaskan komitmen mereka sebagai masyarakat Anambas untuk mendukung penuh langkah Kapolres Kepulauan Anambas memberantas narkoba. Mereka berharap lingkungan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkotika dapat segera terwujud.

"Kami mendukung penuh," tutupnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :