Data UPTD PPA 2026: 32 Anak Jadi Korban dan 10 Anak Jadi Pelaku Kekerasan di Tanjungpinang

Data UPTD PPA 2026: 32 Anak Jadi Korban dan 10 Anak Jadi Pelaku Kekerasan di Tanjungpinang

Kegiatan sosialisasi angka kekerasan terhadap anak dan perempuan pada tahun 2025 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Nurjali

Tanjungpinang, Batamnews – Kisah pilu di balik tembok rumah tangga Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, ternyata masih sering terjadi. Bahkan, berdasarkan catatan resmi, angka kekerasan terhadap anak dan perempuan pada tahun 2025 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), pada tahun 2024 tercatat 80 anak menjadi korban kekerasan. Lebih memprihatinkan lagi, ada 12 anak yang justru berstatus sebagai pelaku.

Memasuki tahun 2025, situasinya tidak kunjung membaik. Jumlah tersebut melonjak menjadi 99 anak korban dan 18 anak pelaku. Sementara untuk tahun 2026, terhitung hingga bulan April saja, sudah tercatat 32 anak menjadi korban kekerasan dan 10 anak sebagai pelaku.

Baca juga: Pengamat Apresiasi Lis Darmansyah Pangkas OPD, Dinilai Jadi Langkah Berani Reformasi Birokrasi

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Tanjungpinang, Marzul Hendri, mengakui bahwa angka ini adalah alarm bahaya.

“Persoalan perlindungan perempuan dan anak memiliki dampak yang sangat luas. Bukan hanya bagi korban saat itu, tetapi juga terhadap perkembangan anak dalam lingkungan keluarga ke depannya,” ujar Marzul, Rabu, 20 Mei 2026.

Tak hanya anak-anak, kekerasan terhadap perempuan di kota ini juga cukup mengkhawatirkan. Marzul menyebutkan, "Kasus kekerasan terhadap perempuan mencapai 17 korban."

Meski angka kekerasan naik, ada secercah harapan di balik data tersebut. Marzul menilai bahwa peningkatan laporan menunjukkan keberanian masyarakat mulai tumbuh.

“Ini menunjukkan masyarakat mulai berani speak up dan melaporkan kasus kekerasan yang terjadi. Dulu mungkin dipendam, sekarang mulai dilaporkan,” jelasnya.

Menghadapi kondisi ini, Marzul memastikan bahwa UPTD PPA tidak tinggal diam. Pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan. Layanan yang diberikan pun dipastikan komprehensif, kompeten, efektif, dan efisien.

Baca juga: Siapkan 100 KNMP di Kepri! Instruksi Menteri Trenggono Diteruskan Gubernur Ansar

“Kami berharap melalui pelatihan dan sosialisasi yang dilakukan secara masif, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat ditekan, serta kepedulian masyarakat semakin meningkat,” pungkasnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :