Kaca Mobil Pecah Dilempar Batu di Botania 1 Batam, Pelaku Diduga WNA Malaysia

Kaca Mobil Pecah Dilempar Batu di Botania 1 Batam, Pelaku Diduga WNA Malaysia

Kaca mobil korban pecah akibat dilempar batu oleh OTK. (Foto: tangkapan layar video)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews — Sebuah aksi pengrusakan kendaraan mengejutkan warga Botania 1, Batam Centre. Insiden itu terjadi di depan SMA Negeri 3 dan menimpa seorang warga bernama Sri Ningsih. Kaca mobil miliknya hancur total setelah dilempar batu besar oleh orang tak dikenal (OTK).

Peristiwa tersebut viral setelah Sri Ningsih membagikan pengalamannya melalui video di Facebook. Dalam video itu, ia memperlihatkan kondisi kaca mobil yang pecah parah akibat hantaman batu.

Menurut penuturannya, kejadian bermula saat dirinya melintas di kawasan dekat SMA 3 pada malam hari. Tiba-tiba, seseorang dari arah seberang jalan melempar batu berukuran besar yang langsung menghantam kaca mobilnya.

Tak terima dengan kejadian itu, Sri Ningsih bersama rekannya langsung mengejar pelaku dan berhasil mengamankannya di sekitar lokasi kejadian.

Namun, fakta mengejutkan muncul setelah pelaku diperiksa. Pelaku diduga merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia. Dugaan itu menguat setelah ditemukan paspor dalam kondisi basah yang dibawa pelaku.

Tak hanya itu, pelaku juga disebut menunjukkan perilaku tidak normal dan diduga mengalami tekanan psikologis atau gangguan jiwa. Menurut Sri Ningsih, pelaku tidak bisa ataupun tidak mau berbicara menggunakan Bahasa Indonesia.

Pelaku justru terus berbicara dalam Bahasa Inggris dengan ucapan yang tidak jelas dan berulang-ulang.

“No, no, no, inside, no, no, no, inside... No, no, open your bag, no, no, open your bag,” ujar Sri Ningsih menirukan ucapan pelaku dalam videonya.

Usai diamankan, pelaku kemudian dibawa ke kantor polisi terdekat. Namun, Sri Ningsih mengaku pihak kepolisian saat itu juga sempat kebingungan menentukan langkah penanganan, mengingat kondisi pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa serta terkendala bahasa.

Melihat situasi tersebut, Sri Ningsih akhirnya memilih untuk tidak membuat laporan polisi resmi. Awalnya ia berharap kerusakan mobilnya dapat ditanggung oleh pihak asuransi kendaraan.

Namun harapan itu pupus. Klaim asuransi yang diajukan ditolak karena usia kendaraan miliknya disebut sudah melewati batas ketentuan.

“Rupanya, kalau mobil itu sudah di atas tiga tahun, tidak bisa kita klaim untuk kasus seperti ini,” keluhnya.

Akibatnya, Sri Ningsih harus menanggung sendiri biaya perbaikan kaca mobilnya. Untuk sementara waktu, kaca yang pecah terpaksa ditutup menggunakan lakban agar air hujan tidak masuk ke dalam kabin kendaraan.

Di akhir videonya, Sri Ningsih mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama bagi warga yang sering melintas di kawasan Botania 1 dan sekitar SMA Negeri 3. Ia khawatir pelaku kembali berkeliaran karena tidak diproses hukum.

Bahkan, ia berencana membagikan foto wajah pelaku agar masyarakat dapat lebih waspada jika bertemu di jalan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :