Gali Potensi Non-Akademik, 1.000 Pelajar Batam Unjuk Gigi di FLS3N dan O2SN 2026
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan. (Foto: Asrul/Batamnews)
Batam, Batamnews — Pemerintah Kota Batam secara resmi membuka perhelatan Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kota Batam pada Senin (11/5/2026).
Ajang ini menjadi panggung utama bagi para pelajar untuk memamerkan bakat non-akademik yang telah mereka asah melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, menjelaskan bahwa kegiatan tahunan ini merupakan wadah krusial bagi siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk menampilkan hasil pembelajaran di bidang seni, sastra, budaya, dan olahraga.
“Anak-anak akan menunjukkan hasil pembelajaran dan kreativitas mereka. Ini menjadi ruang unjuk kemampuan yang selama ini mereka pelajari melalui kegiatan di sekolah,” ujar Hendri saat membuka kegiatan tersebut, Senin (11/5/2026).
Kompetisi tahun ini berlangsung cukup kompetitif. Sebelum mencapai tingkat kota, para peserta telah melewati proses penyaringan yang ketat dimana tingkat SD harus melewati seleksi tingkat kecamatan dan SMP harus melewati seleksi tingkat wilayah.
Tercatat, total peserta yang terlibat dalam seluruh tahapan awal mencapai hampir 1.600 siswa. Namun, setelah melalui proses kurasi dan seleksi di tingkat bawah, jumlah peserta yang berhasil melaju ke tingkat kota menyusut menjadi sekitar 1.000 orang.
Para finalis ini akan bertanding dalam berbagai cabang bergengsi, di antaranya:
- Seni & Sastra: Tari kreasi, vokal solo, dan ensemble musik.
- Olahraga: Berbagai cabang olahraga pelajar (O2SN).
Hendri Arulan menekankan bahwa pelaksanaan FLS3N dan O2SN yang berlangsung selama tiga hari ini sengaja digelar setelah siswa menyelesaikan ujian sekolah. Hal ini bertujuan agar kegiatan tersebut menjadi implementasi nyata dari pendidikan karakter di luar jam pelajaran formal.
“Ini bukan hanya soal prestasi akademik. Anak-anak juga perlu memahami seni, sastra, budaya, dan olahraga sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter dan kreativitas mereka,” tambahnya.
Lebih lanjut, Hendri mengingatkan pentingnya menjaga jati diri lokal di tengah gempuran zaman. Ia berharap para pelajar Batam tetap memegang teguh nilai-nilai budaya Melayu sebagai fondasi karakter mereka.
“Anak-anak kita hidup di daerah Melayu yang menjadi payung negeri bagi Kota Batam. Karena itu, pendidikan budaya juga harus diperkuat,” tegas Hendri.
Para pemenang yang berhasil meraih juara di tingkat kota tidak hanya akan mendapatkan medali dan penghargaan, tetapi juga memikul tanggung jawab besar. Mereka akan dipersiapkan untuk mewakili Kota Batam di ajang serupa pada tingkat Provinsi Kepulauan Riau, dengan harapan mampu menembus hingga ke tingkat Nasional.
Dengan adanya ajang ini, Pemerintah Kota Batam berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga sehat secara fisik dan kaya akan apresiasi seni budaya.

Komentar Via Facebook :