Bos Judol dan Scam Baloi View Apartement Dikawal Petugas Bersenpi
Dalam operasi itu, petugas mengamankan sejumlah warga negara asing atau WNA yang diduga terlibat dalam jaringan love scamming, judi online hingga penyebaran tautan phishing e-commerce.
Batam, Batamnews - Petugas Imigrasi Batam menggerebek Baloi View Apartemen di kawasan Lubuk Baja, Batam, pagi ini. Dalam operasi itu, petugas mengamankan sejumlah warga negara asing atau WNA yang diduga terlibat dalam jaringan love scamming, judi online hingga penyebaran tautan phishing e-commerce.
Informasi yang diperoleh Batamnews, WNA yang diamankan berasal dari sejumlah negara, di antaranya Tiongkok, Filipina, dan Vietnam. Mereka diduga bekerja sebagai operator dalam jaringan kejahatan digital lintas negara.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan sedikitnya satu bus berisi WNA dari lokasi apartemen. Mereka kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dari informasi yang dihimpun, aktivitas tersebut diduga sudah berlangsung sekitar dua bulan di Baloi View Apartemen. Jaringan ini disebut dikendalikan dua orang berinisial AL dan WL. Keduanya disebut merupakan warga Tanjungpinang dan Batam yang sebelumnya pernah beroperasi di Kamboja.
Baca juga: Markas Judol, Love Scam hingga Pishing e-Commerce Digerebek, Ratusan WNA Ditangkap
Sumber Batamnews menyebut, AL diduga memiliki harta kekayaan fantastis yang nilainya mencapai Rp 1 triliun dalam bentuk bitcoin. Aset kripto itu diduga berasal dari hasil kejahatan digital saat jaringan tersebut beroperasi di Kamboja.
Bitcoin tersebut kemudian diduga dicairkan di Batam. Nilai pencairannya disebut mencapai miliaran rupiah.
Selain itu, AL juga disebut kerap mendapat pengawalan dari orang yang diduga petugas bersenjata api. Dugaan ini memperkuat indikasi bahwa jaringan tersebut memiliki perlindungan dan pergerakan yang tertata.
Saat Batamnews melakukan peliputan di lokasi penggerebekan, sejumlah orang melarang wartawan mengambil gambar aktivitas tersebut. Larangan itu datang dari warga sipil maupun petugas yang berada di sekitar lokasi.
Baca juga: Imigrasi Batam Selidiki WNA Tiongkok Pengendali Judi Online dan Love Scamming
Belum diketahui secara rinci berapa jumlah pasti WNA yang diamankan dalam operasi tersebut. Petugas Imigrasi juga belum memberikan keterangan resmi terkait status para WNA, peran masing-masing, serta dugaan keterlibatan AL dan WL dalam jaringan tersebut.
Kasus ini menambah daftar panjang dugaan kejahatan digital lintas negara yang memanfaatkan Batam sebagai titik operasi. Selain dekat dengan Singapura dan Malaysia, Batam juga kerap disebut menjadi lokasi transit, persembunyian, hingga tempat pengendalian aktivitas ilegal berbasis digital.
Hingga berita ini diterbitkan, Batamnews masih berupaya meminta konfirmasi resmi dari Kantor Imigrasi Batam dan pihak terkait lainnya
Komentar Via Facebook :