Tangan Jahil Beraksi, Puluhan Pohon Jati Emas Jalur Bandara Batam Dirusak OTK

Tangan Jahil Beraksi, Puluhan Pohon Jati Emas Jalur Bandara Batam Dirusak OTK

Puluhan batang pohon jati emas yang ditanam di sepanjang Jalan Sudirman, tepatnya dari Simpang Legenda menuju Bandara Internasional Hang Nadim, Diduga dipotong oleh orang tidak dikenal (OTK). (Foto: Asrul/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Aksi perusakan lingkungan terjadi di jalur utama Kota Batam. Puluhan batang pohon jati emas yang ditanam di sepanjang Jalan Sudirman, tepatnya dari Simpang Legenda menuju Bandara Internasional Hang Nadim, Diduga dipotong oleh orang tidak dikenal (OTK).

Pihak BP Batam mengaku baru menerima informasi tersebut dan langsung menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan pengecekan.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan pihaknya terkejut dan menyayangkan kejadian tersebut saat mendapat laporan.

"Waduhhh kok bisa potek gini yah? Okeh saya cek dulu. Saya cek ke pertamanan," ujarnya, Senin (4/5/2026).

Ariastuty mengaku prihatin, mengingat kondisi pohon jati emas yang sebelumnya sudah tumbuh dengan baik dan mulai memperindah kawasan jalan protokol tersebut.

"Aduh kasihan pohon-pohon tersebut. Pohon-pohon itu sudah mulai tumbuh bagus dan memberikan keindahan di sepanjang jalan," ujarnya menambahkan.

Ariastuty juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas penghijauan yang telah dibangun, bukan justru merusaknya.

Hingga kini, BP Batam masih melakukan pendataan jumlah pohon yang dirusak serta menelusuri pelaku pemotongan.

Diketahui, pohon jati emas tersebut merupakan bagian dari program penghijauan besar yang digagas BP Batam melalui Batam Green 2022.

Dalam program tahap pertama, sebanyak 12.000 pohon ditanam di sepanjang jalur menuju Bandara Internasional Hang Nadim.

Program ini dipimpin langsung oleh Kepala BP Batam terdahulu, Muhammad Rudi, bersama organisasi perangkat daerah serta 43 perusahaan di Batam pada 24 Agustus 2022.

Penanaman dilakukan di sejumlah titik strategis, dimulai dari kawasan Dataran Dang Anom hingga sepanjang ruas jalan utama dari Simpang Fly Over Laluan Madani menuju simpang bandara, dengan total panjang mencapai sekitar 15 kilometer.

Muhammad Rudi sebelumnya menegaskan, program penghijauan ini bertujuan menjadikan Batam sebagai kota modern yang tetap ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan daya tarik investasi dan pariwisata.

"Jalur ini merupakan pintu masuk utama wisatawan dari bandara menuju berbagai destinasi di Batam. Karena itu, kita ingin memberikan kesan kota yang hijau dan tertata," ujarnya.

Rudi juga kala itu menekankan program tersebut tidak menggunakan dana APBD, APBN, maupun PNBP.
Seluruh kegiatan merupakan hasil kolaborasi melalui dana tanggung jawab sosial (CSR) dari perusahaan, perbankan, dan yayasan di Kota Batam.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :