Fasilitas ZoSS Minim, Siswa SMPN 6 Batam Terpaksa Menyeberang di Jalur Padat Kendaraan

Fasilitas ZoSS Minim, Siswa SMPN 6 Batam Terpaksa Menyeberang di Jalur Padat Kendaraan

Anak Sekolah SMP Negeri 6 Batam saat pulang sekolah menyebrang tanpa adanya tanda Zona sekolah.

Nurjali

Batam, Batamnews — Setiap hari, ratusan siswa SMP Negeri 6 Batam mempertaruhkan nyawa hanya untuk menyeberang jalan. Di Jalan Laksamana Bintan, Sungai Panas, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, fasilitas penunjang keselamatan nyaris tak terlihat. 

Tidak ada zebra cross. Tidak ada rambu peringatan sekolah. Padahal, itu kawasan pendidikan. Kondisi ini terjadi di jam pulang sekolah. Mobil dan motor melaju kencang di jalan satu arah yang lurus. 

Anak-anak harus berjuang menyebrangi arus kendaraan padat, tanpa alat bantu keselamatan apa pun.

Baca juga: Batam Darurat Sampah 1.300 Ton per Hari, Wali Kota Amsakar Segera Ubah Perda

Dwi, seorang siswa bermuka cemas saat ditemui di pinggir jalan. Setiap kali pulang, ia tak bisa tenang. Penjemputannya ada di seberang jalan. Ia harus menyeberang.

"Gak tahu kalau ada kecelakaan di sini, tapi kalau mau menyeberang memang harus hati-hati sekali karena mobil sama motor banyak yang lewat kencang," ujar Dwi.

Ia belum pernah melihat kecelakaan besar. Namun cerita teman-temannya cukup membuatnya merinding. Hampir celaka, atau near-miss, sudah sering terdengar.

"Kalau hampir kecelakaan mungkin pernah, Bang. Kemarin kawan-kawan ada cerita," tambahnya.

Hadi, wali murid yang sedang menunggu anaknya, juga merasakan hal yang sama. Matanya tak lepas dari jalan.

"Selama saya jemput memang belum ada kecelakaan yang terlihat, tapi kalau dilihat ini sangat membahayakan. Mobil dan motor jalannya kencang sekali," kata Hadi.

Ia membandingkan dengan sekolah lain. Di SDN 001, katanya, fasilitas keselamatan ada. Jangan tunggu korban dulu baru bertindak.

"Kalau bisa memang dibuatlah fasilitas seperti di SDN 001 itu. Jangan tunggu ada korban baru bertindak," tegasnya.

Jalan Laksamana Bintan memang jalur satu arah. Lurus. Tanpa hambatan. Kecepatan kendaraan sulit dikendalikan. Tidak ada speed bump. Tidak ada marka yang jelas.

Baca juga: Target Parkir Rp37,5 Miliar Dinilai Berat, Kadishub Batam Pilih Realistis di Angka Rp24 Miliar

Warga dan wali murid kini berharap Dinas Perhubungan Kota Batam segera turun tangan. Mereka minta zona selamat sekolah atau ZoSS dibangun. Rambu-rambu dipasang. Zebra cross dibuat.

Keselamatan anak-anak ada di ujung jalan itu. Dan waktu terus berjalan, sementara mereka masih menyeberang dengan hati-hati dan was-was.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :