Darurat Sampah di Batam: DLH Siapkan 100 Kontainer Baru dan Rombak Jadwal Angkut
Penamapkan bin kontainer dan mobil sampah saat di bersihkan oleh petugas.
Batam, Batamnews – Ada cerita tentang kota industri yang sedang kepayahan. Bukan soal pabrik atau investasi, melainkan soal tumpukan sampah yang tak kunjung habis.
Warga Batam sudah lama mengeluh. Setiap hari, mereka menyaksikan sendiri bagaimana tempat pembuangan sementara (TPS) di permukiman berubah jadi gunung kecil berbau menyengat. Truk pengangkut datang lamban.
Bahkan di beberapa kawasan, sampah baru diangkut tiga hari sekali. Parahnya lagi, ada yang hanya satu hingga dua kali dalam seminggu.
Baca juga: Li Claudia Tegaskan Tidak Ada Toleransi untuk Pelaku Perusakan Lingkungan
Kondisi itulah yang membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam akhirnya angkat bicara.
Kepala DLH Batam, Dohar Mangalondo Hasibuan, terus terang mengakui bahwa sistem yang berjalan saat ini masih jauh dari ideal.
"Sampah menginap terlalu lama di lingkungan warga," ujarnya, Kamis, 23 April 2026. Akibatnya, sampah meluber ke jalan, mengganggu lalu lintas, dan menciptakan bau yang meresahkan.
Maka, DLH pun menyusun rencana besar. Tahun 2026 ini, DLH bertekad merombak total jadwal pengangkutan. Tidak ada lagi alasan sampah menumpuk berhari-hari.
"Kita mau ubah pengangkutan itu menjadi satu kali dalam satu hari. Paling lambat satu kali dalam dua hari," tegas Dohar.
Dengan ritme baru ini, DLH berharap titik-titik rawan tumpukan bisa langsung ditekan. Bau busuk yang selama ini jadi keluhan utama warga pun perlahan bisa diminimalisasi.
Tapi perombakan jadwal saja tidak cukup. DLH tahu persis bahwa infrastruktur di lapangan juga amburadul. Banyak TPS yang becek, berlumpur, dan sebagian besar kontainer sampah dalam keadaan rusak. Setelah truk pergi, yang tersisa hanya sampah berserakan.
Untuk menjawab itu, DLH menyiapkan 100 unit kontainer (bin) baru di tahun 2026.
"Kita akan merapikan TPS-TPS yang berada di daerah pemukiman," kata Dohar. Ratusan kontainer itu akan disebar ke titik-titik paling krusial.
Tak hanya itu, DLH juga akan membangun landasan beton di setiap TPS. "Supaya setelah pengangkutan, tempatnya gampang dibersihkan dan tidak meninggalkan bau," tambahnya.
Di balik rencana optimistis ini, ada satu problem lama yang belum tersentuh: armada truk sampah.
Warga sering bercerita, truk-truk pengangkut yang melintas di depan rumah mereka banyak yang bocor. Air lindi—cairan hitam bau dari sampah—berceceran di aspal sepanjang jalan. Wangi tak sedap itu ikut "berwisata" ke mana pun truk itu lewat.
Baca juga: KPK Temukan Fakta Baru Aliran 1 Juta Dolar AS ke Pansus Haji DPR 2024, Uang Sudah Disita
Belum lagi soal ketidakpastian. Jadwal kedatangan truk yang sering berubah-ubah membuat warga frustrasi. Tak sedikit yang akhirnya memilih buang sampah sembarangan, di luar TPS yang sudah ditentukan.
Pengamat lingkungan menilai, 100 kontainer baru dan perbaikan TPS hanyalah solusi jangka pendek. Jika tidak diikuti peremajaan armada, pengawasan ketat, dan konsistensi pelayanan, maka cerita darurat sampah di Batam bisa saja terulang lagi.
Untuk sekarang, warga hanya bisa menunggu: akankah janji ini benar-benar mengubah wajah kumuh di kota industri mereka?
Komentar Via Facebook :