Tembus Pasar Surabaya, 7 Ton Cengkeh Natuna Lolos Pemeriksaan Ketat Karantina
Pegawai Karantina saat mengecek cengkeh yang akan dikirim ke Surabaya. (Foto: istimewa)
Natuna, Batamnews – Cengkeh Natuna memang punya kelas tersendiri. Dikenal dengan aromanya yang kuat dan rasa yang khas, komoditas unggulan dari ujung utara Kepulauan Riau ini selalu menjadi incaran para pelaku usaha di berbagai daerah, terutama di Kota Surabaya.
Teranyar, sebanyak 7.000 kilogram atau 7 ton cengkeh Natuna siap bertolak menuju Kota Pahlawan menggunakan KM. Bukit Raya melalui Pelabuhan Laut Natuna pada Kamis (23/4/2026).
Namun, sebelum tumpukan "emas cokelat" ini bisa melenggang ke atas kapal, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) melalui Satuan Pelayanan (Satpel) Pelabuhan Laut Natuna memastikan semuanya dalam kondisi prima dan bebas hama.
Sesuai aturan tegas Pasal 37 UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (KHIT), setiap media pembawa harus melewati pemeriksaan berlapis, mulai dari urusan administrasi hingga cek kesehatan fisik.
Petugas di lapangan menyisir 111 karung kiriman tersebut, yang terdiri dari 94 karung cengkeh dan 17 karung tangkai cengkeh. Hal ini dilakukan untuk menjamin tidak ada Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang ikut "menumpang" ke Surabaya.
Kepala Karantina Kepri, Hasim, menegaskan bahwa jaminan kesehatan komoditas pertanian adalah harga mati bagi jajarannya.
“Karantina berkomitmen penuh dalam menjaga kualitas produk dalam keadaan yang layak. Itu sudah menjadi janji layanan kami dalam menjalankan tugas. Deklarasi setelah semua tahapan pemeriksaan dilakukan dengan diterbitkannya Sertifikat Kesehatan” ungkap Hasim dalam keterangannya.
Hasim menambahkan, setelah semua tahapan pemeriksaan tuntas dan dinyatakan sehat, barulah Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area (KT-3) diterbitkan sebagai "tiket" sah untuk dilalulintaskan.
Geliat pengiriman cengkeh ini membuktikan bahwa Natuna tidak hanya melulu soal potensi laut dan perikanan. Sektor perkebunan kini mulai menunjukkan taringnya, yang secara langsung berdampak positif pada kantong para pekebun lokal yang selama ini tekun merawat tanaman mereka hingga masa panen tiba.
Di akhir keterangannya, Hasim memberikan pesan kuat bagi seluruh pelaku usaha di Kepulauan Riau untuk terus memacu potensi daerah masing-masing, namun dengan tetap mengikuti aturan yang berlaku.
“Saya mengajak semua pelaku usaha di Kepulauan Riau untuk bisa mendorong potensi komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan untuk dapat memasarkan guna memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri. Tentu sebelum dilalulintaskan wajib Lapor Karantina” tutup Hasim.
Komentar Via Facebook :