Sekda Lingga Cuci Darah Tiap Pekan dan Siap Potong TPP ASN 50% demi Bayar Hutang Kontraktor
Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Armia.
Lingga, Batamnews – Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Armia, mengakui kondisi kesehatannya tengah menurun. Ia bahkan harus menjalani cuci darah setiap pekan. Namun demikian, Bupati Lingga masih sangat membutuhkan perannya, terutama untuk mengawal sejumlah program strategis.
"Saya memang rutin menjalani kontrol dan cuci darah setiap hari Rabu. Namun di luar itu, roda pemerintahan tetap berjalan sebagaimana mestinya," ujar Armia dengan tegas, Sabtu, 25 April 2026.
Ia menjelaskan, ada para asisten dan jajaran yang terus berkolaborasi menjalankan tugas pemerintahan. Kondisi kesehatan ini pula yang sempat memicu rencananya untuk mengajukan pensiun dini sebagai Sekda. Meski siap ditempatkan di mana saja jika memang harus digeser, nyatanya tenaga Armia masih sangat dibutuhkan Bupati.
Baca juga: Hak Karyawan Tak Dibayar hingga Data Dipakai Pinjol, Rentetan Masalah Seret Owner FUKU Massages
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Lingga tengah menghadapi tekanan fiskal yang serius. Armia mengakui, pembayaran kepada kontraktor mengalami tunda bayar. Untuk menutupi hutang tersebut, ia akan mengambil kebijakan pahit: memotong Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN.
"Jika kondisi keuangan belum memungkinkan, maka akan dilakukan penyesuaian TPP dengan pemotongan sekitar 35 hingga 50 persen mulai April 2026. Ini keputusan berat, tetapi harus diambil dalam situasi saat ini," tegas Armia.
Kondisi keuangan Lingga saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Belum tercapainya target pendapatan dari Dana Bagi Hasil (DBH) menjadi pukulan telak. Salah satu penyebab utamanya adalah belum optimalnya Harga Patokan Mineral (HPM) pasir kuarsa, yang berimbas langsung pada anjloknya Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun, ada secercah harapan. Armia mengungkapkan bahwa aktivitas ekspor pasir kuarsa mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.
"Pasir kuarsa mulai bisa kembali dijual. Saya juga sudah berkoordinasi dan bertemu dengan pihak perusahaan. Jika aktivitas ini kembali berjalan normal, tentu akan sangat membantu meningkatkan PAD Kabupaten Lingga," ujarnya.
Kondisi fiskal yang mencekik juga terlihat dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima daerah hanya berkisar Rp32 miliar. Angka ini hampir seluruhnya habis terserap untuk belanja rutin, terutama gaji ASN dan BPJS.
Meski keuangan daerah sedang kempis, Armia menegaskan pemerintah tidak akan mengambil jalan pintas dengan mencekik rakyat lewat kenaikan pajak.
"Kita tidak mungkin membebani masyarakat dengan menaikkan pajak. Oleh karena itu, strategi yang kita dorong adalah optimalisasi sektor pendapatan, salah satunya melalui peningkatan nilai HPM pasir kuarsa yang diharapkan mampu mendongkrak PAD ke depan," jelasnya.
Menutup keterangannya, Armia kembali meyakinkan para kontraktor bahwa pemerintah tidak akan lari dari tanggung jawab. Walaupun target pembayaran sebelumnya belum tercapai sepenuhnya, komitmen penyelesaian tetap menjadi prioritas utama.
Baca juga: Manfaatkan PLTS Baterai, PLN dan Pemprov Kepri Pastikan 6 Pulau Terang 1x24 Jam di 2026
"Kami memahami kondisi yang dirasakan para kontraktor akibat tunda bayar ini. Untuk itu kami mohon kesabaran, dan pemerintah akan terus berupaya agar pembayaran dapat direalisasikan secepat mungkin, meskipun hingga saat ini target yang disampaikan sebelumnya masih belum sepenuhnya tercapai," pungkasnya.
Situasi ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lingga memerlukan kebijakan strategis serta dukungan semua pihak agar stabilitas keuangan daerah tetap terjaga dan kewajiban kepada pihak ketiga dapat segera dituntaskan.
Komentar Via Facebook :