Jangan Main-main dengan Dana Desa, Polres Lingga Kawal Ketahanan Pangan Agar Bebas Penyelewengan

Jangan Main-main dengan Dana Desa, Polres Lingga Kawal Ketahanan Pangan Agar Bebas Penyelewengan

Polres Lingga secara resmi turun tangan mengawal penguatan kedaulatan pangan nasional mulai dari tingkat akar rumput, yakni desa. (Foto: dok.Polres Lingga)

Rhuuzi Wiranata

Lingga, Batamnews – Jajaran kepolisian di Lingga tidak ingin program strategis pemerintah pusat hanya sekadar formalitas di atas kertas. Polres Lingga secara resmi turun tangan mengawal penguatan kedaulatan pangan nasional mulai dari tingkat akar rumput, yakni desa.

Komitmen ini ditunjukkan melalui keterlibatan aktif Polres Lingga dalam Sosialisasi Program Ketahanan Pangan Desa yang digelar di Gedung Sanggar Praja, Kecamatan Singkep, Rabu (22/4/2026).

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa polisi akan pasang badan memastikan perut rakyat aman dan anggaran negara tersalurkan tepat sasaran.

Kapolres Lingga, AKBP Dr. P.M. Nababan, menegaskan bahwa peran jajarannya kini melampaui tugas penegakan hukum biasa. Polisi kini menjadi mitra strategis yang mengawasi setiap rupiah dana ketahanan pangan agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, Polres Lingga hadir untuk memastikan program ini berjalan sesuai aturan, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa,” ujarnya tegas.

Wanti-Wanti untuk Pengelola BUMDes

Namun, di balik dukungan tersebut, terselip peringatan keras bagi para aparatur desa. PS Kasikum Polres Lingga, IPDA Alexander Maramis, mengingatkan bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi desa harus dikelola secara profesional dan bebas dari praktik "akal-akalan".

Ia memberikan peringatan bahwa polisi akan memantau ketat tata kelola administrasi hingga realisasi anggaran.

“BUMDes harus dikelola dengan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan hukum. Kesalahan dalam tata kelola tidak hanya berdampak administratif, tetapi juga dapat berujung pada sanksi pidana,” tegas IPDA Alexander.

Senada dengan hal itu, IPDA Andrias Tua Matulessy dari Bag SDM Polres Lingga menekankan bahwa kemandirian ekonomi desa hanya bisa tercapai jika ada transparansi. Baginya, tidak ada ruang bagi penyimpangan anggaran dalam urusan pangan masyarakat.

“Penguatan ketahanan pangan tidak hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana sistem pengelolaan berjalan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini penting untuk mencegah potensi penyalahgunaan anggaran,” jelasnya secara lugas.

Sosialisasi ini menjadi langkah preventif Polres Lingga agar pembangunan di desa-desa se-Kecamatan Singkep berjalan efektif dan akuntabel. Dengan sinergi lintas sektor ini, diharapkan kedaulatan pangan bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang membawa kesejahteraan berkelanjutan bagi masyarakat Lingga.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :