Nikmat di Lidah, Ketahui Sederet Risiko Penyakit Akibat Keseringan Makan Ikan Asin

Nikmat di Lidah, Ketahui Sederet Risiko Penyakit Akibat Keseringan Makan Ikan Asin

Ikan asin.

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Siapa yang bisa menolak aroma gurih ikan asin? Apalagi jika sudah disandingkan dengan nasi hangat dan sambal, selera makan pasti langsung membuncah. Namun, di balik kenikmatan yang menggoda itu, ada ancaman kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh.

Makan ikan asin terlalu sering nyatanya bisa menjadi bumerang bagi tubuh. Proses pengawetan yang mengandalkan kadar garam tinggi menjadi pemicu utama munculnya berbagai penyakit kronis dalam jangka panjang.

Lantas, apa saja risiko yang mengintai Anda?

Ancaman Kanker Nasofaring

Jangan main-main dengan hobi makan ikan asin. Salah satu risiko paling fatal adalah kanker nasofaring. Berdasarkan jurnal ilmiah tahun 2023, kanker nasofaring atau biasa disebut KNF merupakan penyakit keganasan sel skuamosa pada lapisan epitel nasofaring.

Penyebab utamanya adalah konsumsi makanan yang diawetkan. Bahkan, studi menyimpulkan bahwa mengonsumsi ikan asin lebih dari tiga kali dalam satu bulan bisa meningkatkan risiko kanker nasofaring sebesar 1,65 kali.

Hipertensi dan Beban Jantung

Kandungan natrium yang melonjak akibat proses pengasinan adalah musuh bagi pembuluh darah. Menyantap ikan asin setiap hari sama saja dengan memasok natrium berlebih ke dalam tubuh.

Kondisi ini sejalan dengan informasi pada laman Cleveland Clinic, bahwa garam yang dimakan secara berlebih akan memberikan tambahan natrium pada pembuluh darah dan jantung sehingga tekanan darah pun naik. Jika dibiarkan, hipertensi akan menjadi pintu masuk bagi penyakit jantung lainnya.

Ginjal Bekerja Terlalu Keras

Ginjal bertugas menyaring darah dan membuang sisa metabolisme. Namun, jika Anda terlalu banyak mengonsumsi garam, ginjal dipaksa berfungsi lebih keras guna membuang kelebihan garam yang masuk ke tubuh. Mengontrol asupan makanan tinggi garam, termasuk ikan asin, adalah harga mati jika ingin ginjal tetap sehat.

Pembengkakan Tubuh hingga Risiko Formalin

Pernahkah Anda merasa kaki atau tangan membengkak? Itu bisa jadi tanda retensi cairan akibat kadar natrium yang berlebih. Tubuh menahan air lebih banyak dari yang semestinya, yang jika dibiarkan lama, akan memicu pembengkakan di berbagai area tubuh.

Satu hal lagi yang tidak boleh disepelekan adalah masalah keamanan pangan. Di luar risiko penyakit tersebut, ada potensi kontaminasi bakteri hingga zat berbahaya seperti formalin yang kerap disalahgunakan oknum nakal dalam proses pengawetan.

Ikan asin memang lezat sebagai pendamping nasi, tapi kesehatan Anda jauh lebih berharga. Jadi, mulai sekarang jaga pola makan tetap seimbang, ya!

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :