Salat Id di Sekupang, Gubernur Ansar Bertutur tentang Pengorbanan Orang Tua dan Bahaya Anak Durhaka

Salat Id di Sekupang, Gubernur Ansar Bertutur tentang Pengorbanan Orang Tua dan Bahaya Anak Durhaka

Suasana khusyuk menyelimuti Lapangan Bola Gladi Bakar Jaya, Tanjungriau, Kecamatan Sekupang.

Nurjali

Batam, Batamnews – Suasana khusyuk menyelimuti Lapangan Bola Gladi Bakar Jaya, Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu pagi 21 Maret 2026. Ribuan warga Kota Batam melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah. 

Di tengah jemaah, tampak Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, duduk bersaf. Namun, kali ini beliau tidak hanya hadir sebagai warga biasa. Ia bertindak sebagai khatib.

Tema yang diusung pada Idulfitri tahun ini adalah “Idulfitri Memperkokoh Persaudaraan”. Di bawah arahan Imam Muhammad Salim, salat berlangsung tertib. Gubernur Ansar pun naik ke mimbar untuk menyampaikan pesan yang lugas namun menyentuh.

Baca juga: Gemuruh Takbir Warnai Malam Idulfitri 1447 H, 37 Mobil Hias Meriahkan Jalan Engku Putri Batam

Dalam khutbahnya, Ansar mengajak seluruh umat Muslim untuk bersyukur atas nikmat setelah sebulan berpuasa Ramadan. Ia menegaskan bahwa Idulfitri adalah momen tepat untuk kembali ke fitrah. Namun, ia tidak berhenti di situ.

Dengan gaya bertutur yang khas, Ansar mengingatkan jemaah tentang sebuah kisah yang disampaikan Rasulullah SAW. Tentang doa Malaikat Jibril yang diaminkan oleh Nabi, yang salah satu isinya menyebut celakanya seseorang yang tidak mendapat ampunan di bulan Ramadan.

“Jangan sampai kita kehilangan momen berharga itu,” pesan Ansar di hadapan ribuan jemaah yang turut didampingi oleh Ketua TP-PKK Provinsi Kepri, Dewi Kumalasari Ansar, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kepri.

Lebih jauh, Ansar mengajak jemaah merenungi makna sejati dari predikat insan bertakwa. Menurutnya, takwa tidak hanya diukur dari rajinnya beribadah, tetapi juga dari bagaimana seorang Muslim memperlakukan sesama, terutama orang tua.

“Seorang muttaqin adalah pribadi yang tidak hanya taat beribadah kepada Allah, tetapi juga memiliki kasih sayang yang besar kepada sesama, khususnya kepada orang tua yang telah berjasa membesarkan kita,” ujar Ansar dengan nada tegas namun penuh haru.

Ia menguraikan satu per satu pengorbanan orang tua. Mulai dari perjuangan seorang ibu yang mengandung dan merawat, hingga kerja keras seorang ayah yang membanting tulang untuk keluarga. Ansar mengingatkan, semua itu bukanlah hal yang bisa dibalas dengan mudah.

Pesan tegas pun dilontarkan. Ansar meminta jemaah untuk tidak menjadi anak durhaka. Sebab, durhaka kepada orang tua, tegasnya, bisa menjadi penghalang diterimanya amal ibadah, termasuk puasa Ramadan yang baru saja ditunaikan.

“Jangan sampai kita menjadi anak yang durhaka kepada orang tua, karena hal itu dapat menghapus nilai ibadah yang telah kita lakukan. Berbakti kepada orang tua adalah kunci keberkahan hidup,” tegasnya.

Baca juga: Khutbah Ied di Lapangan Antam Kijang, Bupati Roby Kutip Doa Malaikat Jibril: "Jangan Lalai Berbakti kepada Orang Tua"

Di akhir khutbah, Gubernur Ansar mengajak seluruh masyarakat Kepulauan Riau untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum mempererat tali persaudaraan. Ia berharap keharmonisan dan kepedulian sosial terus meningkat demi mewujudkan kehidupan yang lebih baik di Bumi Segantang Lada.

Usai salat, jemaah tampak berhamburan bersalaman, tak hanya merayakan kemenangan, tetapi juga meresapi pesan mendalam yang baru saja disampaikan pemimpin mereka.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :