Niat Mudik Berujung Pilu, 10 Penumpang Pelni di Batam Gigit Jari Kena Tipu Tiket Palsu
Nasib malang menimpa sepuluh orang calon penumpang kapal Pelni di Pelabuhan Batu Ampar, Batam. Niat hati ingin pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran, mereka justru harus gigit jari setelah diketahui menjadi korban penipuan tiket palsu. (Foto: Asrul/Batamnews)
Batam, Batamnews – Nasib malang menimpa sepuluh orang calon penumpang kapal Pelni di Pelabuhan Batu Ampar, Batam. Niat hati ingin pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran, mereka justru harus gigit jari setelah diketahui menjadi korban penipuan tiket palsu.
Kejadian ini terungkap saat para calon penumpang tersebut hendak melakukan proses scanning tiket di pintu masuk pelabuhan. Petugas mendapati bahwa barcode yang tertera pada tiket mereka tidak terdaftar dan tidak dapat dipindai oleh sistem resmi Pelni.
Berdasarkan pengakuan para korban, mereka mendapatkan tiket tersebut dari berbagai sumber non-resmi, mulai dari tawaran di TikTok, Facebook, hingga oknum teman yang mengaku membeli melalui aplikasi khusus.
Dwi, salah satu korban, mengaku sangat kecewa karena ini adalah pengalaman pertamanya mencoba mudik menggunakan jasa kapal laut. Ia tergiur membeli dari media sosial karena prosesnya yang diklaim cepat.
"Saya baru pertama kali mau naik Pelni, jadi benar-benar tidak tahu bedanya tiket asli dan palsu. Saya belinya lewat orang di TikTok karena katanya praktis. Pas sampai sini dan di-scan, ternyata tidak bisa. Rasanya campur aduk, sedih sekali karena uang sudah keluar tapi malah tertipu," ujar Dwi dengan nada lemas.
Hal serupa dialami oleh Tomi, yang tertipu oleh kenalannya yang mengaku memiliki akses aplikasi pemesanan tiket. Tomi tidak menyangka bahwa orang yang ia kenal justru memberikan tiket palsu.
"Teman saya bilang dia ada aplikasi buat ambil tiket, makanya saya percaya saja. Pas sampai di pelabuhan tadi, petugas bilang ini barcode-nya palsu. Saya kaget sekali, tidak menyangka kalau bakal kena tipu begini, padahal sudah siap-siap mau pulang," kata Tomi.
Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu membeli tiket melalui saluran resmi seperti aplikasi Pelni Mobile, situs resmi pelni.co.id, loket kantor cabang, atau agen perjalanan yang telah bekerja sama secara resmi dengan PT Pelni untuk menghindari modus penipuan serupa.

Komentar Via Facebook :