Ledakan di Teheran! Warga Panik Serbu Sembako Usai Serangan AS-Israel

Ledakan di Teheran! Warga Panik Serbu Sembako Usai Serangan AS-Israel

Gemuruh ledakan dan kepulan asap menyelimuti langit ibu kota Iran, Teheran, pada Sabtu malam.

Nurjali

Jakarta, Batamnews – Gemuruh ledakan dan kepulan asap menyelimuti langit ibu kota Iran, Teheran, pada Sabtu malam 28 Februari 2026. Amerika Serikat dan Israel resmi melancarkan gelombang serangan terhadap sejumlah target di kota-kota Iran, menandai eskalasi dramatis dalam ketegangan yang sudah lama membara di Timur Tengah.

Serangan ini diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump. Melalui platform media sosialnya, Trump menyatakan frustrasinya terhadap sikap Iran dalam negosiasi program nuklir dan rudal. Ia menyebut operasi tempur "masif" ini bertujuan untuk "mengeliminasi ancaman segera" yang datang dari Iran.

Militer Israel (IDF) mengklaim telah menyelesaikan "serangan luas" yang menargetkan sistem pertahanan Iran. Salah satu sasaran utamanya adalah sistem pertahanan udara SA-65 di wilayah Kermanshah, Iran barat.

Baca juga: Sinyal Perang Kian Nyata, AS Kirim Pesawat Tanker dan Kapal Induk Dekati Iran

Kepala Staf Militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, menegaskan skala operasi kali ini berbeda total dibandingkan konflik 12 hari pada Juni tahun lalu. 

"Kami memulai operasi dengan skala yang sama sekali berbeda—lebih kompleks dan lebih rumit," ujarnya dalam pernyataan militer.

Situasi di Teheran sendiri berubah cepat. Warga berbondong-bondong ke supermarket di utara kota untuk membeli roti dan air mineral. Namun, pasokan terbatas. Beberapa bahan pokok seperti roti, telur, susu, dan air kemasan dilaporkan kosong di sejumlah toko. 

Antrean panjang juga terlihat di stasiun pengisian bahan bakar. Lalu lintas di jalan raya utama Teheran, Jalan Raya Soleimani, macet parah, terutama jalur yang mengarah keluar kota.

Di tengah kepanikan warga sipil, Gedung Putih memastikan Presiden Trump tidak berencana menyampaikan pidato khusus kepada warga Amerika terkait serangan ini. Seorang pejabat membantah laporan yang menyebutkan akan ada pidato kenegaraan.

Reaksi internasional pun mulai bermunculan. Inggris mengeluarkan pernyataan tegas bahwa Iran tidak boleh dibiarkan memiliki senjata nuklir. Pemerintah Inggris juga siap mempertahankan kepentingannya dan telah memperkuat kapabilitas pertahanan di kawasan. 

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah Inggris juga mengeluarkan imbauan perjalanan, melarang semua perjalanan ke Israel dan wilayah Palestina.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melihat serangan ini sebagai momentum bagi rakyat Iran. Ia menyerukan agar rakyat Iran menggunakan kesempatan ini untuk "menyingkirkan rezim teroris" di Teheran. 

Baca juga: Saingan Putin, Alexei Navalny Meninggal Terkena Racun Katak

Zelenskyy kembali menuding Iran sebagai kaki tangan Rusia yang memasok senjata untuk perang di Ukraina. "Meskipun Ukraina tidak pernah mengancam Iran, rezim di Teheran memilih menjadi kaki tangan Putin," kecamnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai skala kerusakan atau jumlah korban jiwa. Namun, militer Israel mengonfirmasi bahwa Iran telah meluncurkan serangan rudal balasan. 

Warga Israel dan para diplomat AS di kawasan Teluk telah diperintahkan untuk berlindung di tempat aman.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :