Hutan Mata Kucing Terbakar, Warga dan Anak-anak Berjibaku Padamkan Api Secara Mandiri

Hutan Mata Kucing Terbakar, Warga dan Anak-anak Berjibaku Padamkan Api Secara Mandiri

Kebakaran lahan kembali melanda kawasan Hutan Mata Kucing, Kota Batam, Kepulauan Riau. Hingga Senin (9/2/2026) dinihari pukul 03.15 WIB, kobaran api masih belum padam. (Foto: Asrul/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews — Kebakaran lahan kembali melanda kawasan Hutan Mata Kucing, Kota Batam, Kepulauan Riau. Hingga Senin (9/2/2026) dinihari pukul 03.15 WIB, kobaran api masih belum padam. Kondisi diperparah dengan embusan angin kencang yang membuat titik api terus menyala dan meluas ke beberapa titik.

Akses jalan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran memaksa warga setempat turun tangan langsung. Sejumlah anak-anak juga terlihat berani menerjang panasnya suhu di sekitar lokasi demi membantu proses pemadaman.

Tanpa peralatan yang memadai, warga dan anak-anak menggunakan cara tradisional untuk memutus rantai penyebaran api. Mereka memotong dahan pohon yang rimbun kemudian mengibas-ngibaskannya ke arah kobaran api.

"Ya, kami membantu warga sekitar di sini untuk memadamkan api karena petugas pemadam beralasan ada kerusakan alat," ujar salah satu anak yang ikut berjaga di lokasi kejadian.

Hendra, seorang warga setempat, menambahkan bahwa upaya ini harus dilakukan secara mandiri mengingat api sudah hampir memasuki area perkebunan warga.

"Daerah ini memang sulit dijangkau. Kami mencoba memadamkan api secara mandiri dengan cara memotong beberapa pohon rimbun lalu mengibas-ngibaskannya ke arah api. Alhamdulillah, upaya anak-anak sudah mulai menunjukkan hasil meskipun api sempat hampir masuk ke area perkebunan dan wilayah Batu," jelasnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah bersiaga di sekitar daerah Taman Lestari untuk mengamankan lokasi. Penjagaan dilakukan di titik masuk agar kendaraan tidak sembarangan masuk ke area yang berbahaya.

Meski warga sudah bergotong royong, tantangan utama tetaplah luasnya area yang terbakar serta minimnya bantuan air. Masih banyak titik api yang terpantau di area hutan dan perkebunan, sehingga warga diimbau untuk tetap waspada.

Belum ada laporan resmi mengenai apakah ada korban jiwa atau tidak. Namun, warga berharap adanya bantuan segera dari pihak terkait agar api tidak merambat ke pemukiman warga yang letaknya kian terancam.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :