Mandikan Jenazah Pun Susah! Ratusan Warga Batu Ampar Demo Tuntut Air Bersih

Mandikan Jenazah Pun Susah! Ratusan Warga Batu Ampar Demo Tuntut Air Bersih

Warga demo tuntut air bersih di Batam. (Foto: Asrul/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Jeritan "Air! Air! Air!" menggema di tengah teriknya matahari saat ratusan warga dari tiga kelurahan di Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Kepulauan Riau, menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran, Kamis (22/1/2026).

Warga dari Kelurahan Tanjung Sengkuang, Tanjunguma, dan Batu Merah turun ke jalan menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas krisis suplai air yang telah menyiksa mereka selama bertahun-tahun.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB ini didominasi oleh kaum ibu (emak-emak) yang membawa perlengkapan rumah tangga seperti baskom, galon kosong, hingga ember sebagai simbol kekeringan yang melanda pemukiman mereka.

"Sengkuang Kering!"

Dalam pantauan di lokasi, para demonstran membentangkan spanduk besar bertuliskan "KAMI BUTUH AIR, SENGKUANG KERING" dan "DAERAH SENGKUANG HAMPIR SETAHUN AIR NGAK HIDUP".

Mereka berdiri di atas mobil bak terbuka, menyuarakan kemarahan terhadap pelayanan air bersih yang dianggap gagal total.

Oncu, warga RT 02/RW 012 Tanjung Sengkuang, mengungkapkan betapa memprihatinkan nya kondisi di lapangan. Ia menyebut krisis air ini bukan lagi sekadar masalah mandi atau mencuci, melainkan sudah menyentuh ranah kemanusiaan yang paling mendasar.

"Bahkan untuk memandikan mayit (jenazah) saja, kami harus meminta bantuan agar ada suplai air. Ini fakta yang kami alami. Untuk mengurus orang meninggal saja kami kesulitan!" teriaknya dalam orasi yang disambut riuh warga lainnya.

Sindir Pejabat: "Jangan Datang Saat Pilkada Saja"

Warga juga meluapkan kekecewaannya kepada jajaran pimpinan Kota Batam. Mereka merasa hanya dimanfaatkan sebagai lumbung suara saat pesta demokrasi, namun diabaikan saat hak dasarnya tidak terpenuhi.

"Mana Wali Kota Batam? Jangan datang saat Pilkada saja! Jangan temui kami saat akan maju di Pilkada saja. Pejabatnya tolong hidupkan air kami!" tegas Oncu.

Warga secara spesifik meminta Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, untuk menepati janji-janji yang pernah diucapkan kepada masyarakat. "Kami minta kepada Bapak Amsakar untuk bertanggung jawab dan memenuhi janji kepada kami," pintanya.

Hal yang paling menyakitkan bagi warga adalah kewajiban membayar tagihan air yang tetap berjalan meski air tidak pernah mengalir ke rumah mereka. Upaya mediasi dengan DPRD Kota Batam pun disebut telah berkali-kali dilakukan, namun hasilnya nihil.

"Kami hanya dapat janji manis. Tidak pernah ditepati. Kami sudah berkali-kali mediasi dengan DPRD Batam, tidak ada solusi. Kami butuh air!" ungkap warga lainnya dengan nada geram.

"Air mati tetap bayar. Ketika Pilkada datang, semua manis. Ketika sudah menjabat, tidur semua. Ini krisis air, sampai sekarang tidak ada solusi!"

Hingga berita ini diturunkan, warga masih bertahan di lokasi aksi, menanti kepastian kapan keran air di rumah mereka akan kembali mengalir secara normal. Warga mengancam akan membawa massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi oleh pihak pengelola air dan pemerintah kota.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :