Polisi Pastikan Tidak Ada Kekerasan pada Kelamin Korban Dwi Putri, Wanita Asal Lampung yang Tewas di Batam
Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin Saat Mengintrogasi Pelaku Pembunuhan Terhadap Putri di Ruang Kapolsek Batuampar, Selasa (2/12) siang. (Foto: dok. Spripim Polda Kepri)
Batam, Batamnews – Kasus kematian Dwi Putri Aprilian Dini masih menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Hingga saat ini, penyidik Polsek Batuampar masih terus mendalami penyebab kematian korban.
Sejumlah saksi terus bertambah guna melengkapi proses penyidikan. Tercatat, sebanyak 10 saksi telah dimintai keterangan, termasuk memastikan bahwa tidak ditemukan tanda kekerasan pada kelamin korban.
Kapolsek Batuampar, Kompol Amru Abdullah, menegaskan bahwa pihaknya bekerja ekstra dalam penanganan perkara ini. Bahkan, kasus ini juga mendapat atensi khusus dari Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin.
Pada Selasa kemarin, Kapolda bersama Kabid Propam, Dirkrimum, serta sejumlah pejabat utama Polda Kepri turun langsung ke Polsek Batuampar untuk menginterogasi para pelaku.
"Iya kemarin Kapolda, Kabid Propam, Dirkrimum dan sejumlah perwira datang ke Polsek bertemu dengan para pelaku," kata Amru, Rabu (3/12/2025) siang.
Dalam kesempatan itu, Kapolda meminta keterangan langsung dari para pelaku, menelusuri kronologis dari awal hingga terjadinya pembunuhan. Selain itu, Kasubdit PPA juga akan mendalami unsur dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dalam kasus tersebut.
Menanggapi dugaan pemerkosaan terhadap korban, Amru memastikan hal itu tidak terjadi. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan tim Rumah Sakit Bhayangkara dipimpin dr. Leo, tidak ditemukan adanya indikasi kekerasan pada area kelamin korban. Penyebab kematian Dwi Putri disebutkan akibat banyaknya air yang masuk ke bagian paru-paru.
"Tim medis sudah memeriksa kemaluan korban, tidak ada kekerasan," tegas Amru.
Meski demikian, Amru mengungkapkan bahwa pihaknya hingga kini belum memintai keterangan resmi dari keluarga korban. Pihaknya masih menunggu proses berkabung keluarga selesai sebelum melakukan permintaan keterangan secara formal melalui Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
"Kita pastikan keluarga korban akan kita mintai keterangannya, tapi karena masih berduka kita masih menunggu," ujarnya.
Penyidikan kasus kematian Dwi Putri Aprilian Dini masih terus berjalan. Penyidik memastikan seluruh fakta akan digali secara komprehensif untuk mengungkap setiap detail peristiwa tragis yang menimpa korban.

Komentar Via Facebook :