Dwi Putri Dimakamkan di Lampung, Keluarga Ungkap Alasan Tolak Pinalti dan Dugaan Korban Terjebak Lowongan Kerja LC
Dua terduga pelaku Wilson dan Melika (istimewa)
Batam, Batamnews - Jenazah Dwi Putri Aprilian Dini (25) telah dimakamkan di kampung halamannya di Lampung setelah tewas secara tidak wajar di sebuah mess di Batu Ampar, Batam.
Suasana haru menyelimuti proses pemakaman, sementara keluarga korban masih menunggu keadilan atas kasus tragis yang menimpa putri mereka.
Di tengah prosesi pemakaman, keluarga memberikan klarifikasi penting terkait pemberitaan awal. Ika, adik kandung korban, menegaskan bahwa kakaknya belum pernah bekerja sebagai LC. Justru, Dwi Putri disebut terjebak dalam lowongan kerja yang diduga bermuatan eksploitasi.
Baca juga: Tewas Penuh Kejanggalan, Dwi Putri Pemandu Lagu KTV Batam Dibawa Bos ke RS Elisabeth Sagulung
“Kakak saya belum sempat kerja. Dia mau keluar, tapi disuruh bayar pinalti. Kakak saya tidak mau, dan dari sana terjadi cekcok,” ujar Ika.
Diduga Terjebak Skema Perekrutan LC
Ika menyebut Dwi Putri awalnya mengikuti tawaran pekerjaan yang dijanjikan sebagai pekerjaan ringan di Batam. Namun setelah tiba, korban diduga diarahkan untuk bekerja sebagai LC di tempat hiburan malam.
Keluarga percaya Dwi Putri tidak mengetahui bahwa pekerjaan tersebut berkaitan dengan dunia hiburan malam. Ketika menyadari kondisi sebenarnya, ia berusaha keluar.
“Semua belum jelas. Dia merasa tidak cocok dan mau keluar, tapi malah ditagih pinalti. Kakak saya menolak karena merasa tidak pernah memulai kerja,” jelas Ika.
Sumber internal kepolisian juga tengah mendalami dugaan bahwa korban terjebak dalam perdagangan orang (TPPO) dengan modus perekrutan LC untuk tempat hiburan malam di Batam. Mekanisme pinalti yang dibebankan kepada korban memperkuat dugaan adanya praktik penjeratan.
Penolakan Bayar Pinalti Diduga Picu Penyiksaan
Dari penyelidikan awal, penolakan membayar pinalti menjadi pemicu konflik yang berujung fatal. Dwi Putri diduga disiksa oleh lebih dari satu orang hingga meninggal dunia. Luka-luka pada tubuh korban mengindikasikan adanya kekerasan berat.
Seorang pelaku bernama Wilson telah ditangkap beberapa jam setelah kasus ini mencuat. Sementara itu, polisi masih memburu pelaku lain, termasuk Melika—pemilik MK Management yang disebut merekrut korban dan diduga pacar Wilson.
Keluarga Dalam Duka, Ponsel Tak Aktif
Keluarga mengaku belum bisa aktif berkomunikasi karena sedang fokus memakamkan korban.
“Kami sedang mengurus pemakaman kakak dan adik kami. HP tidak terlalu diaktifkan,” ujar Ika.
Baca juga: Seorang Penyalur Ladies Company di Batam Diamankan Polisi Usai Diduga Aniaya Pekerja hingga Tewas
Polisi Telusuri Dugaan TPPO
Kapolsek Batuampar Kompol Amru Abdullah menyatakan penyidik masih mengembangkan kasus ini, termasuk menelusuri kemungkinan bahwa korban merupakan bagian dari skema eksploitasi berkedok pekerjaan.
“Setelah semua pelaku tertangkap, baru jelas motif dan perannya,” ujarnya.
Kasus ini masih berkembang, dan aparat memastikan pengejaran terhadap pelaku lain terus dilakukan.
Batamnews.co.id akan menyampaikan pembaruan resmi setelah penyidik merilis perkembangan terbaru.

Komentar Via Facebook :