Bank Indonesia Pecahkan Rekor MURI Masak 1.000 Porsi Ikan Asam Pedas Cabai Kering Di Batam 

Bank Indonesia Pecahkan Rekor MURI Masak 1.000 Porsi Ikan Asam Pedas Cabai Kering Di Batam 

Kegiatan Bank Indonesia (BI) Kepulauan Riau berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan memasak ikan asam pedas cabai kering sebanyak 1.118 porsi.

Nurjali

Batam, Batamnews - Bank Indonesia (BI) Kepulauan Riau berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan memasak ikan asam pedas cabai kering sebanyak 1.118 porsi, melampaui target awal 1.000 porsi. 

Pencapaian luar biasa ini berlangsung di Hotel Santika Kota Batam pada Jumat, 24 Oktober 2025 dalam rangkaian acara Pekan Rasa Melayu.

"Rekor MURI ini tidak hanya mencapai 1.000 porsi, karena setelah saya hitung mencapai 1.118 porsi. Ini luar biasa," ungkap Andre Purwandono, Senior Customer Relation Manager MURI yang hadir sebagai saksi resmi pencatatan rekor tersebut.

Baca juga: BI Pertahankan BI Rate 4,75%, Fokus Jaga Stabilitas dan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Andre menjelaskan bahwa untuk rekor kuliner massal, terdapat persyaratan minimal yang harus dipenuhi. 

"Untuk rekor kuliner massal, syaratnya minimal seribu porsi dan makanan harus bisa dikonsumsi," jelasnya.

Ia menambahkan, setiap rekor kuliner yang tercatat di MURI biasanya menonjolkan keunikan khas daerah. Sebelumnya, beberapa kuliner khas Kepri seperti Luti Gendang dan ikan bilis juga pernah masuk dalam daftar rekor MURI.

"Asam pedas khas Kepri ini menjadi yang pertama kali tercatat di Indonesia. Dari hasil perhitungan kami, jumlahnya bahkan mencapai 1.118 porsi," ujarnya bangga.

Acara ini turut dihadiri oleh Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, yang tidak menyembunyikan kegembiraannya. Pria kelahiran 1 Agustus 1968 ini bahkan mengaku ikan asam pedas merupakan makanan favoritnya sejak kecil.

"Saya kalau pulang kampung Lingga selalu makan asam pedas buatan mak ndak (bibi) saya, apalagi kalau pakai ikan kakap. Di Batam, kalau seminggu tak makan asam pedas, pasti saya cari," katanya sambil tersenyum memberi isyarat jempol.

Amsakar mengapresiasi acara yang digelar bersamaan dengan hari ulang tahun Hotel Santika tersebut, sebab dinilai mampu membumikan kuliner khas Melayu yang menurutnya spesial.

"Mudah-mudahan event ini semakin menegaskan wisata Kepri di Indonesia," harapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Perikanan Kepulauan Riau, Said Sudrajad, dan Manager Hotel Santika Kota Batam, Sukardi, yang mendukung penuh terselenggaranya kegiatan ini.

Deputi Kepala Perwakilan BI Kepri, Ardhienus, menyebutkan terselenggaranya kegiatan ini berkat kolaborasi berbagai pihak. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan produk lokal sebagai bahan baku utama dalam kegiatan ekonomi daerah.

Ia menjelaskan, kondisi geografis Kepri yang kaya akan hasil laut namun memiliki keterbatasan dalam produksi bahan pangan menjadikan kolaborasi dengan penggunaan cabai kering sebagai strategi yang tepat.

"Bumbu cabai merupakan bahan utama dalam masakan Indonesia. Karena itu, penting untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga cabai di pasaran," ujarnya.

Cabai kering, lanjut Ardhienus, menjadi salah satu solusi untuk menjaga kestabilan harga cabai segar. Melalui kegiatan ini juga dibuktikan bahwa cabai kering tidak kalah lezat jika diolah dengan baik dan tepat.

Baca juga: Pegadaian Serius Basmi Fraud, Laporkan Oknum ke Kejaksaan

Ardhienus menambahkan, ekonomi Kepri tumbuh tertinggi ketiga di Sumatera pada triwulan ketiga tahun ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan melibatkan pelaku usaha dan masyarakat berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan ekonomi daerah sekaligus menjaga kestabilan inflasi dengan memanfaatkan hasil laut lokal, terutama ikan tongkol yang menjadi bahan utama dalam masakan ikan asam pedas cabai kering tersebut.

"Diharapkan, event seperti ini dapat dicatat secara nasional karena berbasis potensi lokal dan berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi kerakyatan," tutup Ardhienus mengakhiri keterangannya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :