Polsek Batuaji Dalami Kasus Kematian Pekerja di PT Cartepillar, Olah TKP Belum Bisa Dilakukan
Lokasi Perusahaan PT Cartepillar, Tempat Reza Ramadhan Yang Ditemukan Terjatuh Didalam Perusahaan, Kamis (2/10) lalu. (Foto: Tommy Purniawan/Batamnews)
Batam, Batamnews – Unit Reskrim Polsek Batuaji masih terus mendalami kasus dugaan kecelakaan kerja yang menewaskan seorang karyawan bernama Reza Ramadhan di area PT Cartepillar, Kawasan Tanjung Uncang, pada Kamis (2/10/2025). Hingga kini, pihak kepolisian belum dapat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) karena alasan kebijakan perusahaan yang berstandar internasional.
Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andy Pakpahan, mengatakan pihaknya masih menelusuri penyebab kematian korban.
“Sampai saat ini kita masih selidiki, untuk mengetahui kematian korban,” kata Andy, Rabu (8/10/2025) siang.
Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, korban diketahui ditemukan tergeletak di dekat gudang perusahaan. Ia sempat mendapatkan pertolongan dari tim medis internal perusahaan sebelum akhirnya dilarikan ke RS Awal Bros. Namun, nyawanya tidak tertolong.
“Korban meninggal di rumah sakit, apa penyebabnya kita masih dalami,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan rekam medis internal perusahaan, korban diketahui memiliki riwayat penyakit asam lambung. Sementara dari rekaman CCTV perusahaan, terlihat korban sedang berjalan sambil memegang ponsel di tangan kanan dan memegangi dadanya dengan tangan kiri.
“Tak lama kejadian, korban terjatuh tak sadarkan diri. Lalu, teman korban mengabarkan kejadian ini kepada tim medis,” katanya.
Namun, proses penyelidikan di lapangan sempat menemui kendala. Andy mengungkapkan bahwa saat dirinya bersama tim masuk ke area perusahaan, pihak manajemen melarang pengambilan foto atau video di lokasi kejadian.
“Kami juga dilarang memfoto lokasi kejadian, kami hanya diperlihatkan bukti rekaman CCTv saja tidak boleh meminta rekaman itu,” ujarnya.
Menurut Andy, pihak manajemen menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari prosedur standar perusahaan Cartepillar sebagai perusahaan bertaraf internasional.
“Makanya kami tidak mendapatkan dokumentasi apapun,” katanya.
Meski menghadapi keterbatasan tersebut, Andy menegaskan pihaknya akan tetap melanjutkan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban, apakah akibat sakit atau karena kecelakaan kerja.
“Sampai sekarang kita masih melakukan penyelidikan dan juga belum melakukan olah TKP di lokasi kejadian,” ujarnya.
Sebelumnya, kasus kematian Reza Ramadhan sempat menimbulkan tanda tanya. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa pihak manajemen perusahaan diduga menutupi informasi kejadian tersebut. Laporan ke Polsek Batuaji baru disampaikan pada malam hari setelah korban dinyatakan meninggal dunia.
Korban, yang berusia 26 tahun, ditemukan dalam kondisi tergeletak dengan luka lecet di bagian pelipis. Ia sempat mendapat pertolongan medis awal, namun nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal setibanya di rumah sakit.
Yang menjadi sorotan, jenazah korban langsung diberangkatkan ke kampung halamannya di Bangka Belitung pada Jumat (3/10/2025) siang, sebelum kepolisian melakukan olah TKP di lokasi kejadian.

Komentar Via Facebook :