Kesan Rekan Kerja Iringi Kepergian Sondang Br Hutapea, Korban Tabrakan Mobil Mewah Nissan GT-R35 di Batam
Puluhan rekan kerja korban berdatangan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk menyampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga. (Foto: istimewa)
Batam, Batamnews – Kecelakaan tragis yang menewaskan seorang pekerja PT JMS Batam, Sondang Br Hutapea, di Jalan Ahmad Yani, Batam Kota, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan kerja. Korban yang meninggal pada Selasa (19/8/2025) sekitar pukul 05.00 WIB akibat tabrak lari saat pulang dari shift malam, meninggalkan seorang anak berusia 6 tahun.
Pada hari yang sama, puluhan rekan kerja korban berdatangan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk menyampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga. Suasana haru menyelimuti ruangan, ketika kolega korban berkumpul mengungkapkan kesedihan mereka.
Vera, salah seorang rekan kerja korban, tak kuasa menahan tangis saat mengenang sosok Sondang. "Saya kenal dari 2016, dia adalah orang yang tidak banyak bicara dan baik," ungkapnya dengan nada terharu.
Kesaksian serupa juga disampaikan rekan-rekan kerja lain yang hadir. Mereka sepakat bahwa almarhumah adalah pribadi sederhana, ramah, dan berdedikasi tinggi dalam pekerjaannya.
Sekitar pukul 17.30 WIB, sebelum para pelayat beranjak pulang, seorang rekan korban yang berprofesi sebagai pendeta menyampaikan kata-kata penghiburan. Untaian doa terutama ditujukan kepada anak korban yang kini harus tumbuh tanpa kasih seorang ibu.
"Kami percaya sebagai umat Nasrani bahwa beliau akan ditempatkan di sisi Tuhan," ungkap pendeta tersebut dalam doa penghiburannya.
Dengan penuh kasih, sang pendeta juga memberikan motivasi langsung kepada anak korban yang masih berusia 6 tahun. "Kamu harus pintar ya, mama pasti akan bangga sama kamu, kamu anak yang baik," katanya dengan suara penuh haru.
Sebelumnya, Sondang Br Hutapea yang berdomisili di Bengkong mengalami kecelakaan tabrak lari ketika dalam perjalanan pulang usai menyelesaikan shift malam. Kecelakaan terjadi di Jalan Ahmad Yani, Batam Kota, sekitar pukul 05.00 WIB.
Jenazah korban setelah divisum di Rumah Sakit Bhayangkara kemudian dibawa pulang ke kampung halamannya di Belawan untuk dimakamkan.

Komentar Via Facebook :