Ketua STTI Kupang Tawarkan Beasiswa Penuh untuk Intan, Korban Penyiksaan Majikan di Batam

Ketua STTI Kupang Tawarkan Beasiswa Penuh untuk Intan, Korban Penyiksaan Majikan di Batam

Kondisi Intan, Asisten Rumah Tangga (ART) asal Sumba Barat yang menjadi korban kekerasan keji di Batam, mulai menunjukkan perkembangan positif.

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Di tengah duka mendalam yang menyelimuti keluarga Intan, korban penyiksaan brutal oleh majikan di Batam, secercah harapan muncul dari tanah kelahirannya, Nusa Tenggara Timur. Ketua Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia (STTII) Kupang, Denny Folkes Masneno, menyatakan komitmennya memberikan beasiswa kuliah penuh bagi Intan jika ia ingin melanjutkan pendidikan di Kupang.

“Bagi bapak ibu yang tahu nomor kontak anak NTT atas nama INTAN yang dianiaya oleh majikannya di Batam, kalau anak itu mau kuliah di STTII Kupang maka mendapatkan beasiswa full. Mohon infonya,“ tulis Denny melalui akun Facebook resminya pada Rabu, 25 Juni 2025.

Unggahan tersebut langsung mendapat sambutan hangat dari warganet yang memuji inisiatif Denny sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap korban kekerasan. Warganet ramai-ramai membagikan postingan tersebut dengan harapan kabar itu segera sampai ke pihak keluarga atau pendamping hukum Intan.

Intan adalah seorang gadis asal Sumba Barat, NTT, yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di Batam sejak Juni 2024. Selama hampir satu tahun, ia mengalami penyiksaan fisik dan psikologis oleh majikannya, Roslina alias Rossa Fang, dan sesama ART, Merlin, yang ternyata adalah sepupunya sendiri.

Kasus ini terungkap setelah Intan berhasil meminjam ponsel tetangga dan mengirim pesan minta tolong ke keluarganya. Rekaman CCTV yang memperlihatkan dirinya dipukuli Merlin pun viral dan menyulut amarah publik.

Lebih tragis, Intan mengaku tidak pernah digaji, dipaksa makan kotoran hewan, serta hidup dalam kelaparan. Saat ditemukan, kondisinya sangat lemah dan mengalami trauma berat. Ia langsung dirawat di RS Elisabeth Batam Kota.

Tanggapan Keluarga dan Harapan Masa Depan

Orang tua Intan yang tinggal di Sumba hanya bisa menangis setiap mendengar kabar anak mereka. Dari rumah sederhana di kampung, mereka berharap Intan segera pulih dan kembali ke pangkuan keluarga.

Kini, tawaran beasiswa dari STTI Kupang menjadi sinar terang baru. Warganet pun mendoakan agar Intan bisa segera sembuh dan mengenyam pendidikan tinggi, sebagai bagian dari pemulihan dan pembuktian bahwa penderitaan bukan akhir dari perjalanan hidupnya.

“Ini adalah bentuk kasih yang nyata. Semoga Intan kuat dan bisa melanjutkan hidup yang lebih baik,” tulis seorang pengguna Facebook dalam kolom komentar.

Dukungan terus mengalir. Publik berharap keadilan ditegakkan dan pelaku penyiksaan dihukum seberat-beratnya. Sementara itu, semangat masyarakat NTT membuktikan: dari luka yang dalam, bisa tumbuh solidaritas dan harapan baru.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :