Skenario Bunuh Diri Gagal, Pelaku Pembunuhan di Karimun Perankan 34 Adegan di 4 Lokasi

Skenario Bunuh Diri Gagal, Pelaku Pembunuhan di Karimun Perankan 34 Adegan di 4 Lokasi

Dalam rekontruksi yang dilakukan, diketahui bahwa ada 4 Tempat Kejadian Perkara (TKP) wilayah Kecamatan Karimun dan Kecamatan Tebing. (Foto: Edo/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Karimun, Batamnews - Kasus pembunuhan yang awalnya sempat diduga sebagai kasus bunuh diri, terungkap pada saat Polisi menggelar rekontruksi kasus hilangnya nyawa korban Berna Rivaldo (24). Luwis Lanadi (23), yang merupakan pelaku dalam kasus pembunuhan itu, menggantung korban setelah hilangnya nyawa korban ditangannya.

Korban, ditemukan dalam posisi tergantung disebuah pondok kayu di kawasan Poros, Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing, pada 29 Januari 2025 lalu.

Dalam rekontruksi yang dilakukan, diketahui bahwa ada 4 Tempat Kejadian Perkara (TKP) wilayah Kecamatan Karimun dan Kecamatan Tebing. Yakninya TKP 1 di kawasan rumah korban di Telaga Tujuh Kelurahan Sei Lakam Barat, TKP 2 di Coastal Area Kelurahan Teluk Air, TKP 3 di depan RSUD Muhammad Sani, dan TKP terakhir di Pondok Kayu kawasan Poros, Kecamatan Tebing.

"Hari ini kita lakukan rekontruksi di 4 TKP, ada 34 adegan akan diperagakan, mulai dari pertemuan korban, sampai pertengkaran diatas motor hingga saat kejadian pembunuhan terjadi," kata Kapolsek Tebing, AKP Binsar Samosir sebelum kegiatan rekontruksi.

Binsar mengatakan, puluhan adegan rekontruksi itu diperagakan tersangka sesuai dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik Polsek Tebing. 

"Seluruh adegan, dari pertemuan korban di rumah mereka duduk di Coastal Area, terus cek cok di depan RSUD Muhammad Sani, hingga berkelahi di pondok dan korban meninggal dunia," katanya.

Saat ini, proses rekontruksi masih berlangsung di beberapa tempat kejadian perkara. Di lokasi rekontruksi terlihat ramai pihak keluarga korban berdatangan untuk melihat reka adegan kasus pembunuhan kerabatnya tersebut.

Pihak kepolisian juga terlihat melakukan penjagaan dan pengamanan di lokasi digelarnya reka adegan. Suasana keributan sempat terjadi ketika keluarga korban melihat pelaku hadir di lokasi rekontruksi.

Kakak dan abang korban merasa geram atas perbuatan pelaku terhadap saudara kandungan tersebut, bahkan orang tua korban juga tidak kuasa membendung air matanya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :